PT Freeport Indonesia
Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship Institut Pertambangan Newangkawi PTFI Digelar
Papuan Bridge Program merupakan program pengembangan berdurasi singka untuk mahasiswa Papua telah lulus dari perguruan tinggi atau universitas.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Paul Manahara Tambunan
"Dalam program ini, kami berkolaborasi dengan berbagai divisi dan departemen di PTFI, seperti L&OD, PAD, Community Economic Development, Departemen Environmental dan instansi terkait lainnya di internal, maupun eksternal PTFI," jelasnya.
Lebih lanjut, Papuan Bridge Program atau PBP adalah bukan program ikatan dinas dengan IPN, maupun PTFI, sehingga setelah menyelesaikan program ini, para peserta dapat mendaftarkan diri ke berbagai perusahaan, organisasi, termasuk instansi pemerintahan.
Di tahun 2024, setelah vakum lebih dari tiga tahun, Papuan Bridge Program kembali dibuka dengan konsep baru bernama Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET).
"Jadi PBP YET lebih difokuskan kepada pengembangan kapasitas anak-anak muda asli Papua yang memiliki minat dan bakat di bidang kewirausahaan atau biasa disebut bisnis," katanya.
Secara spesifik lanjut Imanuel bahwa, tujuan PBP YET yaitu mengembangkan minat dan bakat generasi muda Papua untuk menjadi pengusaha mandiri dan
berdaya saing.
Kemudian meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, serta mental para generasi muda asli Papua untuk menjadi pengusaha yang kompeten di dunia usaha.
Dan menciptakan agen-agen perubahan menjadi magnet, contoh dan teladan bagi generasi muda Papua lainnya untuk berani terjun ke dunia usaha," jelasnya.
Baca juga: CEO Freeport Bertemu Presiden Jokowi di Istana, Ini yang Dibahas
Selanjutnya, untuk menunjang berjalannya program pelatihan ini, PBP YET mengadopsi materi pembelajaran dari program dream builder dibuat oleh Freeport McMoran Foundation yang berkolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management dan Arizona State University (ASU).
Dream builder merupakan program pelatihan bersertifikasi online gratis yang telah diikuti oleh lebih dari 185ribu orang di 182 negara.
Program berbahasa Inggris ini memiliki 13 modul pembelajaran mencakup pengetahuan bisnis dasar diperlukan untuk memulai dan mengembangkan usaha kecil, seperti membuat rencana bisnis, pemasaran, penetapan harga, dan materi lainnya.
Metode pembelajaran dilengkapi secara visualisasi, video animasi, cerita pengalaman dari praktisi usaha, dan dilengkapi dengan template-template bisnis sederhana.
Ini juga memudahkan para pelaku usaha yang baru belajar berbisnis atau mereka yang sudah memiliki bisnis dan ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya," ujarnya.
Masih menurut Imanuel, untuk menopang program ini, IPN juga berkolaborasi dengan seksi Pembinaan dan Pengembangan UMKM, (PPUMKM) Departemen Community Economic Development (CED) yang akan bertindak sebagai instruktur dan fasilitator.
"Jadi PPUMKM-CED dinilai telah memiliki segudang pengalaman dalam mengembangkan dan membina pengusaha-pengusaha lokal asli Papua," katanya.
Berkaitan dengan proses penjaringan kandidat PBP YET lanjut Imanuel, tim PBP NMI dan tim PPUMKM CED telah mulai melakukan proses seleksi kandidat PBP YET sejak pertengahan tahun 2023, hingga awal tahun 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ampak-para-peserta-Papuan-Bridge-Program-Youth-Entrepre.jpg)