Kamis, 4 Juni 2026

PT Freeport Indonesia

Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship Institut Pertambangan Newangkawi PTFI Digelar

Papuan Bridge Program merupakan program pengembangan berdurasi singka untuk mahasiswa Papua telah lulus dari perguruan tinggi atau universitas.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Tampak para peserta Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship 2024 di Institut Pertambangan Newangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia (PTFI), Rabu (17/4/2024). 

Para kandidat PBP YET dijaring melalui beberapa tahapan proses seleksi, yaitu tes verbal dan numerik, wawancara, kunjungan lapangan ke tempat usaha calon peserta, dan tes kesehatan.

Menurutnya proses penjaringan dan seleksi dilakukan di beberapa kampus di Timika dan bagi peserta berdomisili di luar Timika dilakukan secara online.

Tahapan tes verbal dan numerik diikuti oleh 252 orang, kemudian yang dinyatakan lolos ke tahapan wawancara sebanyak 115 orang, dan diperoleh 48 orang yang lolos tes wawancara. 

Setelah dilakukan verifikasi tempat usaha, minat dan bakat, maka diperoleh 16 orang yang lolos ke tahapan tes Kesehatan.

Dari 16 kandidat PBP YET tersebut, 1 orang mengundurkan diri, 5 orang tidak lolos tes kesehatan dan 11 orang dinyatakan lolos tes kesehatan. 

"11 orang tersebut adalah mereka yang saat ini hadir bersama-sama dengan kita, terdiri dari 1 laki-laki dan 10 perempuan," jelasnya.

Adapun asal peserta ini di mana 2 peserta berasal dari suku Amungme, 3 peserta dari suku Kamoro, 1 peserta dari suku Dani, 1 peserta dari suku Damal, 1 peserta dari suku Moni dan 3 peserta dari Papua lainnya yakni Biak, Waropen dan Raja Ampat. 

Para peserta akan mengikuti pembelajaran selama 15 minggu atau 3-4 bulan secara hybrid online dan offline yang akan dipandu oleh para instruktur dari IPN dan program pembinaan dan pengembangan UMKM CED untuk mengakses dan menyelesaikan 13 modul dream builder yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan para siswa memahami materi
yang diberikan.

"Harapan kami, para peserta PBP YET mampu mengaplikasikan materi-materi Dream Builder secara praktis ke dalam aktivitas usahanya, sehingga berdampak positif bagi kemajuan usaha mereka."

"Kalau pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dapat dibagikan dengan orang lain di sekitar mereka. Tak kalah penting, yaitu diharapkan para peserta setelah menamatkan pembelajaran di PBP YET dapat diterima dalam program UMKM (PPUMKM) CED PTFI," katanya.

Lanjutnya, ini juga bertujuan agar memperoleh pendampingan secara langsung dari mentor-mentor bisnis telah memiliki pengalaman dalam pendampingan dan pembinaan kepada pengusaha-pengusaha lokal Papua.

"Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan tantangan dalam upaya kami untuk mengembangkan generasi muda Papua secara berkelanjutan, tetapi kami yakin dengan komitmen dan
kesungguhan, maka niscaya suatu hari nanti akan muncul pengusaha-pengusaha muda asli Papua sukses dan menjadi agen-agen perubahan," katanya.

Imanuel mengajak peran serta dan kolaborasi dari semua pihak untuk mari kita bergandeng tangan bersama menyukseskan program-program pengembangan sumber daya manusia Papua, secara khusus Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship. 

"Saya harap kehadiran PTFI di tanah Amungsa bumi Kamoro menjadi saluran berkat bagi orang Papua di Mimika, dan Tanah Papua pada umumnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved