Kamis, 4 Juni 2026

PT Freeport Indonesia

Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship Institut Pertambangan Newangkawi PTFI Digelar

Papuan Bridge Program merupakan program pengembangan berdurasi singka untuk mahasiswa Papua telah lulus dari perguruan tinggi atau universitas.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Tampak para peserta Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship 2024 di Institut Pertambangan Newangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia (PTFI), Rabu (17/4/2024). 

 

Laporan Wartwan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Pembukaan Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship 2024 di Institut Pertambangan Newangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia (PTFI) diikuti oleh 11 orang setelah mengikuti rangkaian seleksi.

Pembukaan berlangsung di aula IPN, Kuala Kencana, Rabu (17/4/2023) dihadiri Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum dan Superintendent Apprentice Management Nemangkawi Mining Institute, Imanuel Kafiar dan stafnya.

Imanuel Kafiar pada kesempatan itu mengatakan, tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk mengawali berjalannya aktivitas pembelajaran Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship yang berlangsung 3-4 bulan. 

Baca juga: Buru 61 Persen Saham Freeport, Bahlil Lahadalia: Harus Dapat Manfaat Lebih Banyak

"Jadi kegiatan ini sekaligus sebagai ajang memperkenalkan program kepada pihak-pihak terkait untuk mengajak peran serta dan keterlibatan dalam pengembangan kualitas generasi muda Papua," kata Imanuel kepada Tribun-Paua.com.

Imanuel mengatakan, IPN  didirikan pada tahun 2003 merupakan bentuk komitmen sosial PTFI untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM, khususnya masyarakat lokal Papua agar menjadi tenaga kerja kompeten serta siap kerja melalui program-program pelatihan. 

"Inilah salah satu program pelatihan reguler dimiliki IPN selain program apprentice, adalah Papuan Bridge Program," ujarnya.

Lanjutnya, Papuan Bridge Program merupakan program pengembangan berdurasi singka untuk mahasiswa Papua telah lulus dari perguruan tinggi atau universitas.

Nantinya mereka akan melanjutkan ke dunia kerja apabila mereka memiliki potensi dapat terjun ke dunia usaha. 

"Kami IPN terus berupaya mengembangkan kapasitas generasi muda Papua semaksimal mungkin, lulusan nantinya mampu bersaing dan berprestasi di dunia kerja sesungguhnya," katanya.

Menurut Imanuel, sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2012, hingga tahun 2020 telah berhasil meluluskan 213 siswa yang terbagi dalam 19 Angkatan. 

Hingga saat ini para alumni telah bekerja di berbagai bidang profesi dan perusahaan seperti pertambangan, perbankan, BUMN, LSM, instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, pengusaha, perusahaan swasta, dan kontraktor, termasuk PTFI.

Lanjutnya, Proses pembelajaran di di IPN mengadopsi metode dinamis di mana, peserta diajarkan berbagai hal pada umumnya akan dijumpai dan dihadapi dalam dunia kerja, maupun usaha, seperti ketrampilan berbicara di muka umum.

Hal lain adalah mahasiswa juga nantinya memiliki kemampuan presentasi, ketrampilan computer, kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan, kewirausahaan, tips menghadapi psikotes dan wawancara, serta materi-materi
lainnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved