Kamis, 4 Juni 2026

Freeport Indonesia

Begini Sosok Tiga Srikandi Tangguh di Garda Terdepan Pertambangan PTFI

Inilah cerita perempuan-perempuan tangguh di garda terdepan pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai Kartini masa kini.

Tayang:
Penulis: Lidya Salmah | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Istimewa
Danis Widowati, tim Hidrologi PTFI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA -  Secara historis, laki-laki mendominasi dalam industri pertambangan, namun setiap
generasi perempuan kini berhasil mengatasi hambatan, membuka lapangan kerja untuk lebih banyak perempuan berkarir dalam industri ini.

Inilah cerita perempuan-perempuan tangguh di garda terdepan pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai Kartini masa kini.

Baca juga: Raih Laba Bersih di 2023, PT Freeport Indonesia Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

23042024-Rode
Rode Yetmince Florence Ajomi Manajer Grasberg Earthworks

Rode Yetmince Florence Ajomi, rekan kerja biasa memanggilnya Roce.

Menempuh pendidikan di Teknik Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Sebagai Manajer Grasberg Earthworks, tanggung jawab pada hal-hal yang berkaitan pada kelancaran tugas administratif untuk seluruh
kru lapangan, dengan tujuan meminimalkan segala hambatan yang dapat mempengaruhi kinerja kerja mereka.

Roce memulai karir sebagai teknisi non-staf pada 21 satu tahun lalu dengan memanfaatkan setiap peluang untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman terhadap prioritas utama PTFI, keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan.

Selama berinteraksi dengan kru di berbagai kesempatan, Roce konsisten menerapkan pendekatan personal dan mendorong terciptanya diskusi secara terbuka.

Dia meyakini kesehatan dan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara manajemen dan karyawan.

Baca juga: Freeport Indonesia Hijaukan Kembali Kawasan Bekas Tambang Terbuka Grasberg

Dengan memberikan kesempatan berdialog secara terbuka dengan kru, Roce dan tim yakin dapat membimbing kru untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan dan cedera, sehingga membawa perusahaan lebih dekat ke tujuan produksi yang aman dan berkelanjutan.

Selain itu ada Danis Widowati.

Sempat berkuliah di Institut Teknologi Bandung dan belajar Teknik Pertambangan.

Danis memulai pekerjaan profesional saya sebagai Fresh Graduate Program di PTFI.

Saat ini, terlibat dalam tim Hidrologi yang berperan dalam memitigasi aliran air batuan asam serta kualitas air yang perlu dikelola dari tambang terbuka.

Danis menyadari bahwa menjadi perempuan di industri pertambangan dapat menempatkan kaum Hawasebagai minoritas di lingkungan yang didominasi laki-laki.

Tapi inilah Danis, bekerja di salah satu perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved