Freeport Indonesia
Ini Cara Pencegahan dan Pengendalian Malaria di Area PTFI
dr Firdy mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder untuk peduli kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan penularan malaria.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Adapun elemen pengendalian dilakukan meliputi pengelolaan lingkungan habitat vektor, pemantauan dan pengendalian jentik nyamuk anopheles dan aedes, pemantauan dan pengendalian nyamuk, konservasi hutan dan lingkungan, dan kegiatan penunjang pengendalian di laboratorium entomologi," jelas dr Firdy Permana.
Ia menjelaskan, pengelolaan lingkungan tempat hidup nyamuk juga menjadi hal penting seperti pemeliharaan drainase dan air di lingkungan sekitar.
Caranya adalah membersihkan secara berkala 1-3 bulan di saluran drainase dari tanaman air seperti jamur, lumpur, lumut, sampah kayu atau daun, sehingga tak terjadi genangan air.
Selanjutnya, pembersihan secara berkala pada permukaan danau atau kolam dari tanaman air seperti kangkung, eceng gondok, teratai, rumput air dan lumut.
"Ini bertujuan untuk mereduksi tempat perindukan nyamuk atau larva source reduction sehingga populasi nyamuk anopheles bisa ditekan. Memudahkan predator alami untuk memakan jentik nyamuk, karena pada permukaan air yang bersih dari tanaman air, jentik tidak terlindungi," jelasnya.
Ia berkata, PTFI juga terus melalukan pemantauan dan pengendalian jentik nyamuk dengan melakukan berbagai kegiatan rutin.
Kegiatan ini meliputi memeriksa kontainer atau wadah air yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk aedes secara berkala, mengendalikan jentik aedes dengan cara menumpahkan air dalam kontainer atau merusak bahkan melubangi container yang sudah tidak dipakai, serta aplikasi larvasida pada kontainer yang positif jentik," katanya.
Baca juga: Freeport Buka LOWONGAN KERJA, Cek Syarat dan Tanggalnya
Lanjutnya, pengendalian nyamuk dewasa dilakukan dengan cara fogging apabila diperlukan PTFI dengan menyemprotkan insektisida sesuai dosis dan SOP yang ditetapkan pada ruang atau area ditargetkan dengan mesin pengkabutan panas.
Kemudian dilakukan juga aplikasi terhadap nyamuk anopheles pada malam hari sekitar pukul 18.30-20.00 WIT. Sedangkan terhadap nyamuk aedes pada pagi pukul 06.00-09.00 WIT atau sore pukul 15.00-17.00 WIT terbatas hanya di area sekitar airport, basecamp, Hotel Rimba, area Mile Mile Point 38.
"Kalau area Kuala Kencana tidak dilakukan space spraying rutin seperti pada lokasi disebutkan diatas," katanya.
Ia menambahkan, konservasi hutan dan lingkungan juga menjadi hal penting dalam penanganan malaria di PTFI diantaranya remedasi dan penanaman hutan."Kami terus memonitoring pembukaan lahan dan penebangan pohon, penanaman pohon pada lahan terbuka yang bertujuan untuk menurunkan suhu permukaan tanah, memperlambat perkembangan vector dan mempertahankan perimeter keamanan wilayah," tandas dr Firdy Permana. (*)
| PT Freeport Indonesia -Uncen Jayapura Gelar Pelatihan Bisnis bagi Mahasiswa |
|
|---|
| Penampilan Memukau Band Cokelat Warnai Puncak BK3N PTFI di Kuala Kencana Timika |
|
|---|
| Puncak BK3N, Freeport: Tidak Ada Kecelakaan Kerja Selama Tahun 2024 |
|
|---|
| PTFI Kampanye Safety Goes To School, Catur Budianto: Gaungkan BK3N |
|
|---|
| Freeport Bantah Rencana Kerja Sama Pembangunan Pabrik Semen dan Keramik di Kabupaten Mimika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/24042024-Firdy_Permana.jpg)