Jumat, 5 Juni 2026

Freeport Indonesia

Ini Cara Pencegahan dan Pengendalian Malaria di Area PTFI

dr Firdy mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder untuk peduli kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan penularan malaria.

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Manager Public Health & Malaria Control PTFI, dr Firdy Permana. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Sebanyak 81 persen kasus malaria di Indonesia tahun 2021 berasal dari 8 kabupaten dan kota di Papua, salah satunya di Kabupaten Mimika.

Dari data surveillance penyakit malaria nasional, jumlah kasus malaria di Kabupaten Mimika tahun 2023 sebanyak 144.341 kasus meningkat 21 persen dibanding tahun 2021 sebanyak 119.167.

Baca juga: Jelang Hari Malaria Sedunia 2024, PTFI Adakan Media Visit: Cegah Malaria Tugas Bersama

Meski demikian slide positive rate menurun dari 41.8 persen di tahun 2021 menjadi 30.6 di tahun 2023 sejalan dengan semakin meningkatkan pengendalian malaria di Mimika yang dilakukan oleh Pemda Mimika.

Hal ini perlu terus didukung oleh semua pihak termasuk pihak swasta untuk menekan jumlah kasus malaria di Mimika.

 

 

"Jadi menyongsong hari malaria sedunia 25 April 2024 ini kami mengadakan media visit dengan harapan informasi pencegahan  pencegahan malaria yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas," ujar Manager Public Health & Malaria Control PTFI, dr Firdy Permana kepada Tribun-Papua.com, Rabu (24/4/2024).

dr Firdy mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder untuk peduli kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan penularan malaria.

"Kita juga menggalang potensi daerah dan kerjasama lintas sektor khususnya kerjasama dengan pihak swasta berbagi praktek baik yang dilakukan PTFI dalam penanganan Malaria," ujarnya.

Baca juga: PT Freeport Setor Rp 3,35 Trilun untuk Pemda, Rektor Uncen: Perkuat Infrastruktur Dasar

Ia mengatakan, cara pencegahan malaria perorangan dapat dilakukan dengan hindari gigitan nyamuk di malam hari, mengenakan pakian pelindung, menggunakan kelambu saat tidur, penyemprotan obat, pasang kawat kasa pada pintu dan jendela, gunakan cairan penolak nyamuk.

"Kalau cara lain untuk pasien penyakit malaria adalah mengkonsumsi obat malaria sampai tuntas meski kondisi sudah sehat, obat primakuin diminum harus tuntas 14 hari, dan harus berobat ke dokter dan fasilitas kesehatan resmi," katanya.

Ia menjelaskan adapun strategi penting dalam penanganan malaria di area PTFI selama ini dilakukan diantaranya, promosi kesehatan, penyelidikan epidemiologi, pengendalian vektor, surveillance dan laboratorium entomologi, serta pengelolaan kasus malaria.

"Jadi ini adalah strategi terpadu yang selama ini dilakukan di PTFI baik di dataran tinggi dan dataran rendah kota Kuala Kencana," ujarnya.

Baca juga: Raih Laba Bersih di 2023, PT Freeport Indonesia Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Lanjutnya, pengendalian vektor terpadu di area PTFI sesuai dengan standar acuan peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved