Sabtu, 11 April 2026

Info YPMAK

Datangi Kampung Potowayburu, YPMAK Sampaikan Hal Ini Kepada Pokja 

Kedatangan tim Monev YPMAK dari Divisi Ekonomi di Potowayburu dalam rangka pembentukan Pokja tahun 2024 tersebut disambut antusias warga.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan monitoring progam kampung Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (25/4/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan monitoring progam kampung Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (25/4/2024).

Kedatangan tim Monev YPMAK dari Divisi Ekonomi di Potowayburu dalam rangka pembentukan Pokja tahun 2024 tersebut disambut antusias warga.

Baca juga: Gelar Pertemuan dengan Tim Tujuh Suku, YPMAK Terima Berbagai Aspirasi 

Staf Divisi Ekonomi Febri Sianipa mengatakan, YPMAK datang lagi untuk pembangunan Pokja tahun anggaran 2024 dengan adanya pembaharuan kerja sama karena pengurus Pokja sebelumnya sudah selesai.

"Terimaksih karena sudah menerima kami dengan baik untuk pembentukan Pokja tahun anggaran 2024 YPMAK," ujar Febri.

 

 

Kepala Divisi Ekonomi YPMAK, Fransiskus Wanmang mengatakan, kehadiran kami merupakan sebuah berkat Tuhan demi kebutuhan masyarakat.

Lanjutnya, masa kerja Pokja tahun 2023 telah berakhir dan harus pilih pengurus baru. Pemilihan juga tergantung masyarakat Kampung Potowayburu," katanya.

Frans menghimbau masyarakat agar memilih pengurus yang benar-benar pekerja untuk masyarakat di kampung.

Baca juga: ISU DEMO di Kantor YPMAK, Ini Tanggapan Direktur dan 5 Suku Kekerabatan di Mimika

"Kami akan tambah satu lagi pokja di Potowayburu di wilayah distrik, Lakahaiya, dan Omba sehingga saya harap warga dapat mempersiapkan pengurusnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait anggaran Pokja setiap tahun dana diluncurkan YPMAK sebanyak Rp 300 juga untuk satu kampung.

"Uang tersebut tidak dipotong dari YPMAK karena semuanya untuk keperluan masyarakat di kampung," kayanya. 

Menurutnya, pembentukan Pokja baru juga akan mendapatkan hak sama sehingga jangan ada masyarakat yang merasa iri hati.

Baca juga: Wadir Grant Making YPMAK: Perahu Fiber dan Motor Tempel yang Diberikan ke Pokja Harus Digunakan Baik

"Pilih orang yang berada di kampung bukan berada di kota sehingga tidak mempersulit warga saat menjalankan program kampung," ucapnya.  

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved