Kamis, 16 April 2026

Info YPMAK

YPMAK dan Yayasan Rumsram Targetkan Kampung ODF di Mimika Melalui Pelatihan STBM

Inti dari STBM adalah bagaimana memberdayakan masyarakat agar lingkungannya bersih dan perilakunya sehat

Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
FASILITATOR SANITASI - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) bersama Yayasan Rumsram menggelar pelatihan Coaching Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kampung, di Hotel Cenderawasih 66, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • YPMAK bersama Yayasan Rumsram menggelar pelatihan Coaching Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kampung.
  • STBM merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berdasarkan Permenkes Nomor 14 Tahun 2008, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.
  • STBM memiliki lima pilar, stop BABS, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum yang aman, pengamanan sampah, pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Yayasan Rumsram menggelar pelatihan Coaching Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kampung.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Target Penuhi Standar KRIS BPJS 2026, RS Mitra Masyarakat Timika Renovasi Ruang Rawat Inap 

Yayasan Rumsram merupakan mitra YPMAK yang berfokus pada program kesehatan lingkungan, sanitasi, serta perubahan perilaku masyarakat di Kabupaten Mimika.

Direktur Yayasan Rumsram, Isak Matarihi, menjelaskan bahwa STBM merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berdasarkan Permenkes Nomor 14 Tahun 2008, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

“Pada dasarnya ada dua faktor utama penyebab penyakit, yaitu faktor lingkungan yang tidak bersih dan faktor perilaku. Faktor genetik itu sangat kecil. Karena itu, inti dari STBM adalah bagaimana memberdayakan masyarakat agar lingkungannya bersih dan perilakunya sehat,” ujar Isak.

Ia mengatakan, program STBM memiliki lima pilar, yakni stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum yang aman, pengamanan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Program ini merupakan program pemerintah, namun yang paling banyak dijalankan saat ini adalah pilar satu hingga tiga. Hal ini karena program STBM sudah cukup lama berjalan,” katanya.

Baca juga: Unicef: Sanitasi Penting Atasi Stunting di Provinsi Papua

Isak juga menyebutkan bahwa UNICEF menggandeng Yayasan Rumsram karena memiliki fokus program yang sejalan, khususnya dalam mendorong pemerintah daerah menetapkan target bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

“Saat ini di Papua baru ada dua kabupaten yang sudah ODF, yaitu Kabupaten Biak dan Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Lanjutnya, dari 16 kampung dampingan, ada lima kampung disiapkan mencapai status ODF, sementara 15 kampung lainnya ditargetkan tuntas hingga tahun 2027.

Baca juga: Kaum Muda Ikuti Sosialisasi Cegah Resiko Iklim Layanan Air dan Sanitasi

Adapun lima kampung tersebut yaitu, Kampung Mioko, Aikawapuka, Amungun, Emkomahlama, dan Ohotya.

Ia pun menjelaskan, tentunya ada berbagai tantangan yang tengah dihadapi sehingga perlunya kolaborasi dari berbagai pihak juga kesadaran masyarakat agar perilaku hidup sehat bisa tercapai. 

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program YPMAK Timika, Feri Magai Uamang, menuturkan bahwa persoalan sanitasi di Kabupaten Mimika masih menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah pesisir dan pedalaman.

Baca juga: Sanitasi dan Perilaku Hidup Sehat Masih Jadi Kendala Intervensi Stunting di Kabupaten Jayapura

“Isu STBM ini cukup kompleks karena masyarakat masih hidup dengan pola tradisional. Kebiasaan buang air besar sembarangan sudah dilakukan sejak lama, sehingga perubahan perilaku membutuhkan waktu yang panjang,” ujar Feri.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved