Rabu, 6 Mei 2026

Piala Asia U23

Pintu Menuju Olimpiade Paris Masih Terbuka, Timnas Indonesia U-23 Harus Lebih Garang

Ferrari sangat menyayangkan ada momen wasit asal China, Shen Yinhao, menganulir golnya di menit ke-55.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
BEREBUT BOLA - Penyerang Uzbekistan, Khusayin Norchaev, dibayangi gelandang Indonesia, Ivar Jenner, saat pertandingan semifinal Piala Asia U-23 antara Indonesia dan Uzbekistan di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024). AFP/KARIM JAAFAR 

Kala itu, Ferrari bisa menggetarkan jala gawang Serigala Putih seusai memanfaatkan lemparan jarak jauh keenam Arham di gim itu.

Yinhao membutuhkan waktu nyaris 10 menit untuk menghentikan laga demi mengecek tayangan ulang proses gol Ferrari melalui tayangan ulang video asisten wasit (VAR).

Wasit memutuskan Ramadhan Sananta berada dalam posisi offside pada proses awal terjadinya kemelut di muka gawang Uzbekistan yang dikawal Abdvakhid Nematov.

Muhammad Ferarri (3) melepaskan tembakan dala
Muhammad Ferarri (3) melepaskan tembakan dalam duel timnas U-23 Indonesia vs Uzbekistan pada semifinal Piala Asia U-23 di Doha (29/4/2024).

”Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang banyak merugikan kami,” kata Ferrari, pemain asal Persija Jakarta.

Kehilangan Ridho

Derita Indonesia semakin terasa menyakitkan setelah Rizky Ridho, bek tengah dan kapten, menerima kartu merah.

Setelah berkonsultasi dengan VAR dan menyaksikan insiden Ridho menendang gelandang Uzbekistan, Jasurbek Jaloliddinov, Yinhao tanpa ragu merogoh saku celananya untuk menarik kartu merah.

Hukuman kartu merah langsung akan membuat Ridho, yang bernomor punggung lima, absen pada dua laga selanjutnya Tim U-23 Indonesia.

Baca juga: Mengapa Penalti Justin Hubner Diulang Saat Adu Penalti Indonesia Vs Korsel? Begini Faktanya

Dua pertandingan itu ialah gim perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 serta laga playoff antarzona Olimpiade menghadapi Guinea.

Tanpa Ridho selama nyaris 20 menit akhir pertandingan setelah wasit memberikan tambahan waktu 16 menit di babak kedua, Uzbekistan gagal menambah gol.

Mereka hanya melepaskan empat tembakan.

Indonesia sempat mengkreasi tembakan melalui aksi individu Marselino.

Kondisi itu membuat Shin harus berpikir keras mencari pengganti yang sepadan dengan kualitas Ridho.

Satu-satunya kandidat pengganti Ridho adalah Komang Teguh yang bermain di empat laga sebelumnya dan mencetak dua gol. (*)

Berita ini dioptimasi dari Kompas.id

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved