ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Imigrasi Merauke

Imigrasi Merauke Gelar Ezzy Paspor Elektronik di Kabupaten Asmat

Teknologi chip yang tertanam di dalamnya, membuatnya lebih sulit untuk dipalsukan. Ini membantu mengurangi risiko identitas palsu dan penipuan.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Proses pembuatan Paspor elektronik secara kolektif di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, turun langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat yang berdomisili di kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, guna pembuatan Paspor elektronik.

Pembuatan Paspor secara kolektif itu, dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Lalintalkim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Samsul, di aula kantor Kesbangpol Kabupaten Asmat, Kamis 23 Mei 2024.

Baca juga: Imigrasi Kelas II TPI Merauke Gelar Sosialisasi Paspor Elektronik di Asmat Papua Selatan

Sesuai data, ada 14 pemohon pembuatan Paspor elektronik asal Kabupaten Asmat, sehingga Imigrasi Kelas II TPI Merauke langsung turun ke lapangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Asmat.

Pembuatan Paspor elektronik meliputi sesi foto dan wawancara bagi setiap pemohon.

 

 

Sebelumya, kepada Tribun-Papua.com, kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Zulhamsyah menjelaskan, keunggulan Paspor Elektronik adalah memiliki sebuah chip, sehingga dengan adanya chip tersebut pengguna Paspor tidak perlu mengantri pada pelayanan Imigrasi, namun dapat langsung menuju Autogate.

"Kelebihan lainnya, tidak perlu melalui antrian di Imigrasi, bisa langsung melalui Autogate tanpa harus dicap. Juga, ada beberapa negara tertentu tidak lagi diperlukan visa," terangnya.

Baca juga: Imigrasi Kelas II TPI Merauke Gelar Rakor Tim Pora di Asmat Papua Selatan, Ini Hasilnya

Banyak keunggulan pada Paspor Elektronik, salah satu manfaat utama dari Paspor Elektronik peningkatan keamanan.

Teknologi chip yang tertanam di dalamnya, membuatnya lebih sulit untuk dipalsukan. Ini membantu mengurangi risiko identitas palsu dan penipuan di perbatasan.

Chip yang terdapat pada paspor elektronik, menyimpan biodata diri juga tersimpan biometrik wajah dan sidik jari pemegang Paspor yang tersimpan di chip dan dapat dipindai.

Dengan adanya data biometrik di chip tersebut Paspor jadi lebih aman dan sulit untuk dipalsukan.

"Jadi, masyarakat nantinya ingin membuat Paspor, ambil Mobile Paspor atau elektronik Paspor, kalau sudah ada Paspor lama, cukup bawa KTP elektronik untuk dilakukan pergantian."

"Kami berharap dengan dilakukan sosialisasi ini, masyarakat khususnya di Boven Digoel dapat antusias untuk memiliki elektronik Paspor, karena ini sangat berguna sekali baik itu perjalanan kedinasan, wisata ataupun kegiatan keagamaan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved