Info Papua
Budaya dan Ketrampilan Asli Papua Harus Dijaga dan Dikembangkan oleh Mahasiswa
Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa Fisip dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Kampus Uncen dengan diberikan materi pembuatan mahkota.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Balai Pelestarian Budaya Wilayah XXII bantuan melalui program pemerintah fasilitas pemajuan budaya tahun 2024 menggelar kerajinan tangan dari mahkota kepala ikat kaki dan ikat tangan di Gedung Fakultas Fakultas Ilmu Sipil dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kampus II, Waena, Perumnas III, Waena, Distrik Heram Jayapura Kota, Sabtu (8/6/2024).
Baca juga: Mengacu UU Otsus, UNCEN Tetap Prioritaskan Calon Mahasiswa Baru Asli Papua 80 Persen
Penanggungjawab Kegiatan Andreas Abisay mengatakan, kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa Fisip dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Kampus Uncen dengan diberikan materi pembuatan mahkota dari kulit kayu dan ikat kaki dan Ikat tangan oleh pemateri.
"Kami dari kampus melalui pak rektor dan juga dekan memiliki komitmen agar para mahasiswa universitas cendrawasih tidak hanya memiliki ilmu tetapi juga mampu memiliki keterampilan sehingga ketika mereka pulang ke daerah mereka bisa menyumbangkan keterampilan mereka sesuai wilayah adat,"katanya.
Ia juga mengatakan pelatihan ini tidak mengambil jenis kerajinan dari luar daerah papua tetapi kerajinan asli di buat mahkota, ikat kaki dan ikat tangan sehingga mahasiswa juga bisa mengenal budaya mereka.
"Kami berikan keterampilan terkait bagaimana membuat mahkota kepala ikat kaki dan ikatan tangan sesuai budaya mereka yang ketika mereka ke daerah akan mereka temui dan mereka kerjakan," ujarnya.
Selaku Alumni, Yahya Wonorenggo mengatakan bahwa, mahasiswa harus punya ketrampilan tambahan terkait kearifan lokal daerah di Papua.
"Kita tidak hanya kulia tapi harus memiliki ketrampilan baru untuk kita bawa pulang ke daerah," katanya.
Ia dalam kesempatan itu memberikan apresiasi karena bisa mengangkat kearifan lokal.
"Karena selama ini saya lihat budayah papua makin hilang dengan teknologi dan erah globalisasi, maka melalui kegiatan ini saya percara kalian generasi ini yang harus berperan," ujarnya.
Ia juga menegaskan budaya adalah identitas yang wajib dihargai dan dijaga bersama oleh mahasiswa dan generasi muda.
"Jadi wajud dijaga, mahkota merupakan benda penting yang diberikan kepada orang yang tidak sembarang karena hanya kepala suku dan orang berpengaruh yang mengunakan itu pada dulunya jadi belajar ini baik- baik," ujarnya.
"Budaya harus kita jaga dan kembakan, di kehidupan generasi z yang tidak tau soal seperti ini dan kebanyakan main HP, mereka tidak tau mahkota itu dibuat dari apa ini harus di bicarakan," sambungnya.
Ia berharap kegiatan itu bisa memberikan ilmu dan ketrampilan tambahan. (*)
| Dorong Pelaku Usaha OAP Melek Digital, Biro PBJ Papua Sosialisasikan E-Katalog Versi 6 |
|
|---|
| Tong Baronda Ajak Anak Muda Papua 'Gear Up': Dari Gagasan Besar hingga Bisnis Berkelanjutan |
|
|---|
| Ribka Haluk Dilantik Jadi Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua |
|
|---|
| Berikut Program Prioritas Dinas PUPR Papua yang Tengah Berjalan |
|
|---|
| Papua Satu dari Tiga Provinsi di Indonesia yang Jalankan Program Genting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/992024-uncen.jpg)