Pemkab Jayapura
Festival Danau Sentani Digelar, Yohanes Walilo Ajak Masyarakat Jaga dan Rayakan Warisan Leluhur
Dalam rangkaian kegiatan festival berbagai kegiatan diantaranya penampilan tarian Isosolo, balada Cenderawasih, suling tambur.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Triwarno berharap festival kali ini tidak terlewat begitu saja tetapi bagian dari apresiasi terhadap kehidupan di tepian Danau Sentani di pulau-pulau sekitar danau yang terjaga secara turun-temurun dalam harmoni kehidupan selayaknya aktualisasi pesan leluhuru dan masa lalu.
Triwarno menjelaskan hal yang harus di aktualisasi, ini adalah spirit di dalam FDS, ada tiga dimensi penting, pertama, adanya perasaan yang dalam menghargai adat istiadat, budaya sebagai wujud kecintaan masyarakat.

Kedua, ada rangkaian harmonis dalam masyarakat kondisi alam dan pengetahuan, berbagai tantangan, untuk lestarikan budaya, dan promosi pariwisata, dan ketiga partisipasi untuk menuju perubahan lebih baik.
Dalam rangkaian kegiatan festival berbagai kegiatan diantaranya penampilan tarian Isosolo, balada Cenderawasih, suling tambur.
Baca juga: Panitia Festival Danau Sentani Lakukan Pemilihan Duta FDS XIV
"Khususnya tarian Isosolo (cara) masyarakat di dalam membawa sesuatu, seperti bahan bangunan, harta, mas kawin, dengan suka cita, dengan adat, tarian, nyanyian. Jadi ada manusia, ada barang ada tujuan, itu Isosolo," katanya.
Triwarno juga mengungkapkan, rencana pembukaan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang telah dijadwalkan mengalami perubahan karena persiapan dan waktunyanh mepet.
"Semua dengan agenda tidak bisa dipaksakan kita sudah menyampaikan permintaan resmi kepada Kemenparekraf ikut berpartisipasi namun banyaknya kegiatan persiapan yang mepet sehingga kegiatan ini tidak bisa dibuka secara langsung," ungkapnya ketika di wawancara. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.