Ekonomi
Mengapa Para Pendiri Unicorn seperti Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak Hengkang?
Mengapa mereka ”tumbang” justru setelah perusahaan yang dulu mereka rintis itu berkembang menjadi unicorn dan decacorn?
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM - Satu per satu pendiri bisnis tartup seperti Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak mundur dari jabatannya.
Mengapa mereka ”tumbang” justru setelah perusahaan yang dulu mereka rintis itu berkembang menjadi unicorn dan decacorn?
Cerita tumbangnya para pendiri perusahaan rintisan tersebut, dari perspektif mutakhir ke belakang, dibuka dengan mundurnya William Tanuwijaya dari co-founder dan co-chairman GoTo.
Merujuk informasi dari akun resminya di LinkedIn, William terdaftar sebagai co-founder dan co-chairman GoTo pada Mei 2021 sampai dengan Juni 2024.
GoTo adalah perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia.
Keputusan tidak lagi melanjutkan masa jabatannya sebagai Co-Chairman GoTo diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo di Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Sebagaimana informasi di LinkedIn, ia terdaftar sebagai co-founder dan CEO Tokopedia pada Agustus 2009-Maret 2023.
Selanjutnya, ia terdaftar sebagai co-founder dan chairman Tokopedia pada Maret 2023-Juni 2024.
Pendiri lain Tokopedia adalah Leontinus Alpha Edison.
Co-founder Tokopedia itu sempat memiliki saham seri A dan seri B di awal proses merger Tokopedia ke GoTo.
Namanya juga ’hilang’ setelah merger resmi tuntas dan perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya, para pendiri Gojek sudah terlebih dulu mundur.
Pendiri Gojek meliputi Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran.
Adalah Moran yang pertama kali mundur.

Moran mengumumkan mundur dari Gojek per 18 Oktober 2016.
Bergabung sejak Gojek berdiri pada 2010, Moran menempati posisi terakhir sebagai brand director.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.