ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Ekonomi

Mengapa Para Pendiri Unicorn seperti Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak Hengkang?

Mengapa mereka ”tumbang” justru setelah perusahaan yang dulu mereka rintis itu berkembang menjadi unicorn dan decacorn?

Kontan/Baihaki
Ilustrasi - Helm Gojek 

Peran kedua ialah scaler yang bertugas melakukan ekspansi bisnis.

Peran ini biasanya terjadi ketika suatu start up dapat kucuran investasi seri B hingga sebelum IPO.

Peran ketiga ialah menjadi pemimpin atau pembimbing.

Peran ini biasanya bertugas mengelola tim eksekutif supaya tidak melenceng dari visi perusahaan.

Ini biasanya terjadi pada saat kondisi start up sudah IPO atau menjadi perusahaan berskala sangat besar.

”Ada sejumlah pendiri bisa berkembang bersama perusahaan, seperti Steve Jobs dan Mark Zuckerberg. Akan tetapi, CEO pada start up tahap awal dan IPO berbeda. Oleh karena itu, kebanyakan pendiri akhirnya mengundurkan diri ketika sudah IPO atau sudah besar,” ujarnya.

Ilustrasi driver Maxim Indonesia
Ilustrasi driver Maxim Indonesia (Maxim Indonesia)

Menurut Rama, ketika suatu start up melantai di bursa saham, visi perusahaan seharusnya tidak berubah.

Hal yang berubah hanya tujuan jangka pendek-menengah.

Para pendiri start up biasanya mulai dengan target ingin menjadikan start up tumbuh besar.

Namun, ketika sudah menjadi besar, perusahaan biasanya dan akan diikuti dengan tujuan ingin mengincar profit yang makin besar dan ekspansi pasar.

Tidak semua pendiri start up mau dan cocok menjalani misi ini.

Setelah IPO, biasanya kebanyakan investor melakukan model supervisi yang ’dewasa’ sehingga mereka nyaman berinvestasi triliunan rupiah.

Tidak semua pendiri mempunyai kemampuan menangani uang investasi triliunan rupiah, apalagi jika perusahaan melantai di bursa saham dan harus menghadapi dinamika ekonomi eksternal (di luar perusahaan).

”Luar biasa langka (ada pendiri start up yang masih bertahan di pucuk pimpinan ketika perusahaan sudah sangat besar ataupun melantai di bursa saham). Ini fenomena global,” ucap Rama.

The New York Times pada Agustus 2022 mengeluarkan laporan tentang sejumlah bos perusahaan teknologi di Silicon Valley yang mundur.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved