Sabtu, 2 Mei 2026

Artikel

Jadi Bahasa Terlangka, Taushiro Hanya Digunakan Satu Orang di Dunia

Diberitakan Express (13/1/2024), Amadeo Garcia Garcia adalah orang terakhir di dunia yang mengetahui bahasa Taushiro.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
Kompas.com
Negara Peru(Google Earth) 

Peneliti melaporkan, sebanyak 90 persen penduduk asli meninggal karena penyakit dan kerja paksa.

Untuk menghindari hal itu, suku Taushiro pergi jauh ke dalam hutan.

Baca juga: CEK FAKTA! Ini Dia Satu di Antara Penyebab Kepunahan Bahasa Daerah di Papua

Mereka tinggal di pemukiman dengan lubang jebakan dan memelihara anjing pelindung untuk menyerang orang asing.

Namun, anggota suku tersebut perlahan-lahan meninggal akibat tenggelam, menderita penyakit seperti malaria dan campak, ataupun terluka akibat serangan hewan liar.

Pada akhir abad ke-20, anggota Suku Taushiro yang masih hidup tinggal Amadeo dan saudaranya, Juan.

Namun, Juan meninggal dalam pelukan saudaranya karena malaria.

Seorang misionaris Kristen bernama Tomas Villalobos yang bersama Amadeo saat Juan meninggal mengatakan, laki-laki itu tampak pendiam.

"Saya bertanya kepadanya, 'Bagaimana perasaanmu?' Dan dia berkata kepadaku: 'Sekarang sudah berakhir bagi kita," ceritanya.

Amadeo terbata-bata berbicara dengan Tomas dalam bahasa Spanyol yang tidak fasih.

Itu menjadi satu-satunya cara dia bisa berkomunikasi dengan orang lain. Sebab, tidak ada orang lain yang berbicara bahasanya lagi.

Taushiro merupakan bahasa dengan struktur kalimat unik.

Urutan kata-katanya berupa kata kerja diikuti subjek.

Untuk berhitung, penduduk hanya punya kata-kata berupa angka satu, dua, tiga, dan banyak.

Jika lebih dari tiga, mereka menggunakan tangan untuk menunjukkan angka tertentu.

Tidak bisa diwariskan ke anak

Suatu bahasa, termasuk Taushiro, biasanya diwariskan dalam keluarga.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved