Kamis, 14 Mei 2026

Artikel

Jadi Bahasa Terlangka, Taushiro Hanya Digunakan Satu Orang di Dunia

Diberitakan Express (13/1/2024), Amadeo Garcia Garcia adalah orang terakhir di dunia yang mengetahui bahasa Taushiro.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
Kompas.com
Negara Peru(Google Earth) 

Namun, Amadeo tidak bisa melakukannya karena hidup sendiri.

Dia punya lima anak yang tinggal di Amerika.

Setelah sang istri meninggalkannya pada 1980-an, dia memasukkan mereka ke panti asuhan saat masih kecil.

Amadeo berpikir, tindakan itu lebih aman daripada anak-anaknya diculik atau hilang dalam perang.

Tak satu pun anak-anaknya tinggal bersama Amadeo setelahnya.

Mereka juga tidak pernah mempelajari bahasa Taushiro.

Sekarang, Amadeo tinggal sendirian di sebuah rumah berdinding papan di belakang menara air kota.

Dia menghabiskan sebagian besar hari-hari terakhirnya dengan minum.

Merasa putus asa untuk berbicara dan mendengarkan, dia sering duduk sendirian di teras rumahnya pada pagi hari.

Amadeo biasanya akan membaca satu-satunya literatur yang pernah ditulis dalam bahasa tersebut yakni Alkitab yang diterjemahkan ke Taushiro oleh para misionaris.

"Bagi bahasa-bahasa yang berada dalam situasi kritis ini, sering kali tampaknya nasib mereka sudah ditentukan. Artinya, sulit untuk memulihkan suatu bahasa pada tahap ini,” kata ahli bahasa pemerintah, Agustin Panizo.

"Amadeo Garcia, dia ingin Taushiro kembali. Dia menginginkannya, dia memimpikannya, dia merindukannya, dan dia menderita karena mengetahui bahwa dialah pembicara terakhir," lanjutnya.

Upaya pelestarian bahasa dilakukan Pada 2017, Pemerintah Peru memutuskan merekam bahasa-bahasa yang nyaris punah di negara tersebut termasuk Taushiro.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald (27/12/2017), ahli bahasa pemerintah telah membuat database berisi 1.500 kata Taushiro, 27 cerita, dan tiga lagu dengan bantuan Amadeo.

Ahli bahasa yang terlibat dalam penelitian ini meyakini, upaya melestarikan Taushiro akan membuat setidaknya catatannya tetap disimpan dengan baik, meski bahasa tersebut punah setelah Amadeo meninggal.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved