Jumat, 22 Mei 2026

Info Kabupaten Sarmi

Pemkab Sarmi Gelar Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Kondisi stunting di Kabupaten Sarmi saat ini mengalami penurunan pada Tahun 2022, namun pada tahun 2023 angka stunting mengalami peningkatan

Tayang:
Penulis: Anderson Esris | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
KICK OFF - Asisten l Michael A Suruan, Membuka dengan resmi KIK OFF intervensi serentak pencegahan stunting di Kabupaten Sarmi. 

Laporan wartawan tribun papua com Anderson esris,

TRIBUN PAPUA COM SARMI - Mewakili Pj Bupati Sarmi, Markus Mansnembra, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan, Michael A Suruan, S.Sos, M. Si, membuka dengan resmi Kick Off Interverensi serentak pencegahan stunting di Kabupaten Sarmi yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi yang bertempat di Kantor Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Sabtu (29/6/2024).

Baca juga: Kolaborasi Polri dan Pemkab Tuntaskan Stunting di Kabupaten Sarmi

Kegiatan tetsebut diawali pembacaan 10 Pasti program penurunan stunting, SA KO BESTI,

(Sarmi Komitmen Bebas Stunting) teks komitmen Daerah,  Harganas Ke-31 tahun 2024, serta penyerahan secara simbolis bantuan paket makanan bergizi, bagi ibu hamil dan balita, di lanjutkan dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan oleh petugas kesehatan,

Pada kesempatan itu, Michael A Surua, membacakan sambutan Pj Bupati Sarmi. Menurutnya, stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi utama balita Indonesia saat ini.

Stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan penyakit infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar.

Selain itu kejadian penting pada balita juga erat kaitannya dengan status kesehatan ibu pada saat hamil dan masa sesudah hamil. 

Baca juga: Pemkab Sarmi-PLN Teken Kerjasama Tentang Pembayaran Tagihan Penggunaan Listrik pada Kantor SKPD

Kondisi stunting di Kabupaten Sarmi saat ini mengalami penurunan pada Tahun 2022, namun pada tahun 2023 angka stunting mengalami peningkatan prevalensi penting pada balita di Kabupaten Sarmi.

Menurunnya masih jauh dari harapan berdasarkan data survei kesehatan Indonesia ( SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Kabupaten sarmi sebesar 26, 5 persen mengalami kenaikan 0, 9 persen dari Tahun 2022 yang sebesar 25, 6 persen (SKI 2023).

Untuk itu diperlukan berbagai strategi dan upaya agar tujuan percepatan penurunan Stunting dapat dicapai deteksi dini pada ibu hamil balita, dan calon pengantin diharapkan dapat menjadi langkah penapisan pertama di tingkat masyarakat yang dilaksanakan melalui posyandu. 

Baca juga: Pemkab Sarmi Gelar Pelatihan PKP Angkatan II Tahun 2024, Gandeng BPSDA Provinsi Papua

Saat ini sebagian besar posyandu telah dilengkapi dengan alat antropometri standar dan ditunjang dengan ketersediaan kader

Gerakan pengukuran dan intervensi serta pencegahan stunting  yang hari ini kita lakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program di tingkat kabupaten puskesmas hingga kampung untuk dapat menyisir seluruh sasaran dan melakukan intervensi sesuai standar agar hasil yang didapatkan akurat dan cakupan layanan yang diterima oleh sasaran meningkat.

Gerakan ini dilakukan dalam berbagai rangkaian aksi bersama pendataan, pendampingan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi. Bagi ibu hamil balita dan calon pengantin secara berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Sarmi Paparkan Upaya Penurunan Stunting Dalam Pertemuan Rembuk Stunting se-Papua

Melalui gerakan ini diharapkan 100 persen sasaran ibu hamil bayi balita dan calon pengantin mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi dini dan edukasi serta intervensi bagi ibu hamil bayi balita dan catin bermasalah gizi dalam rangka mencegah munculnya kasus stunting baru sehingga Kabupaten Sarmi bebas stunting dapat terwujud, 

Gerakan ini bertujuan meningkatkan cakupan kunjungan sasaran untuk datang ke Posyandu dan mendeteksi dini masalah gizi melalui pengukuran antropometri dilanjutkan pemberian edukasi pencegahan stunting dan segera melakukan tindakan intervensi pada sasaran bermasalah gizi yang telah diverifikasi oleh tenaga kesehatan di puskesmas,

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved