Senin, 4 Mei 2026

Papua Terikini

Papua Darurat Kejahatan Lingkungan

Resiko besar telah dihadapi dalam semua fase persiapan dan pelaksanaan sesi ini oleh para pemberi data dari Papua.

Tayang: | Diperbarui:
(GREENPEACE/JURNASYANTO SUKARNO)
Suku Awyu berkumpul saat upacara pemasangan tanda di kampung Kowo, Boven Digoel, Papua Selatan, 24 Juni 2023. 

Pengadilan ini dipromosikan oleh Lelio Basso untuk mengecam kejahatan yang dilakukan oleh rezim militer di wilayah tersebut. 

Baca juga: 39.000 Hektare Hutan Papua Dirampas Perusahaan Sawit, Kayunya Dibabat dan Masyarakat Adat Tergusur

PPT merupakan sarana untuk mendorong pengadilan yang berdasarkan perjanjian antarpemerintah, seperti Mahkamah Pidana Internasional dan Mahkamah Internasional, Pekerjaan TPP didasarkan pada prinsip-prinsip yang diungkapkan dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Masyarakat yang diproklamasikan di Aljazair pada tahun 1976 dan instrumen internasional utama yang melindungi hak asasi manusia. 

Logo Pengadilan Rakyat Permanen (Permanent Peoples' Tribunal)
Logo Pengadilan Rakyat Permanen (Permanent Peoples' Tribunal) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Konteks historis dan geografis Deklarasi tersebut, yang dikenal sebagai Piagam Aljazair, menghubungkan prinsip-prinsip umum Deklarasi untuk perjuangan pembebasan—yang Resolusi 1514 (XV) Perserikatan Bangsa-Bangsa  tanggal 14 Desember 1960 telah menempatkannya di bawah perlindungan hukum internasional—dengan pemahaman bahwa hak untuk menentukan nasib sendiri tidak dapat diproklamasikan sebagai terpenuhi dan bahwa hal itu tidak melibatkan dekolonisasi. (*).
 

 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved