Rabu, 22 April 2026

Info Papua Pegunungan

Bentrok Antarwarga Wouma dan Asolokobal, Aktivitas SMP Negeri 3 Wamena Lumpuh Total

Akibat situasi ini membuat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 3 Wamena lumpuh  total.

Penulis: Arni Hisage | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Arny Hisage
SMP Negeri 3 Wamena Megapura Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA — Bentrok antarwarga Wouma dan Asolokobal di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pecah pada 12 sampai 14 Juni lalu.

Akibat situasi ini membuat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 3 Wamena lumpuh  total.

Kepala SMP Negeri 3 Wamena, Ansgar Blasius Biru mengungkapkan tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Sesuai kalender penerimaan siswa baru, pihaknya seharusnya sudah mulai melakukan proses PPDB mulai 11 Juni sampai  27 Juli 2024.

"Tapi di hari kedua yakni 12 Juni 2024 kami para guru sudah ke sekolah namun hari itu juga terjadi konfilik antarwarga Wouma dan Asolokobal akhirnya anak-anak sekolah yang sudah banyak yang  datang untuk mendaftar, tapi saat itu juga bapak ketua komite sekolah Ayub Wuka datang ke sekolah untuk kasih informasi bahwa ada pemalangan jalan di Wouma," jelasnya pada Jumat (5/7/2024) di Wamena.

Baca juga: Perantau Asal Makassar Tewas dalam Kebakaran Kios di Mamberamo Raya Papua, Ini Identitas Korban

Sehingga saat itu juga lanjut kata Blasius Biru, Pak Ayub Wuka suruh para guru dan siswa yang datang di sekolah itu semuanya untuk pulang ke rumah  sehingga tepat pada jam 11.00 Waktu Papua (WP) pulang ke kota Wamena tapi putar  lewat Jalan Welesi lalu lewat jembatan gantung dan keluar di sinakma, sebab sudah tidak bisa lewat Wouma lagi ada pemalangan itu.

Semenjak kejadian itu pihaknya terus memantau situasi dan kondisi di lapangan tapi konfilik antarwarga itu terus di lakukan sehingga pihaknya tidak bisa berbuat apa -apa hingga sampai saat ini aktivitas sekolah belum bisa dilaksanakan artinya masih tutup.

"Jadi kita juga terus bangun koordinasi/komunikasi ke kepala distrik Assolokobal, ketua Comite sekolah bapa Ayub Wuka, ketua PGRI Jayawijaya Yeri Himan, tapi sampai dengan saat ini kami belum bisa ke sekolah akhir proses (PPDB) belum bisa kita lanjutkan karena situasi dan kondisi yang belum benar -benar aman itu," kata Blasius Biru.

Dengan demikian Ia berharap jika Kaloh sudah ada titik temu untuk penyelesaian perdamaian maka mulai pekan depan pihaknya sudah bisa melaksanakan proses (PPDB) kembali.

"Jadi kita terus bangun komunikasi ke berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepala distrik Assolokobal, supaya kita bisa kembali ke sekolah dan melaksanakan aktivitas seperti biasanya," ujarnya.

Ia juga merasa bersyukur sebab  sebelum kejadian konfilik antarwarga itu pihaknya telah menyelesaikan ujian sekolah, pengisian nilai raport hingga pembagian raport sekaligus kenaikan kelas serta pengumuman kelulusan bagi siswa kelas III SMP Negeri 3 Wamena itu.

ILUSTRASI: Personel Polres Jayawijaya saat mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial FM yang menjadi pemicu keributan di Wouma, yang
mengakibatkan satu honai yang dijadikan Posko Pemenangan PDI Perjuangan terbakar, Minggu (18/2/2024) siang.
ILUSTRASI: Personel Polres Jayawijaya saat mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial FM yang menjadi pemicu keributan di Wouma, yang mengakibatkan satu honai yang dijadikan Posko Pemenangan PDI Perjuangan terbakar, Minggu (18/2/2024) siang. (Tribun-Papua.com/ Istimewa)

"Apalagi semua para guru lebih banyak tinggal di dalam kota Wamena dan ada juga sebanyak 5 guru tinggal di megapura, Minimo, Hitigima dan Air garam semuanya tidak bisa ke sekolah karena situasi konflik ini jadi belum ada kegiatan di sekolah," tuturnya.

Lebih lanjut ia juga mengakui bahwa pihaknya telah menyurati secara resmi kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini dinas pendidikan bahwa terkait situasi dan kondisi terjadi akibat dari konfilik antarwarga tersebut. 

Baca juga: Mabuk Miras, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Mobil Pikap di Wamena: Dagu Manu Penggu Retak

"Jadi saya sudah sampaikan baik secara lisan maupun  tertulis tentang situasi dan kondisi yang terjadi, terus yang kedua kepala dinas Jayawijaya memberikan petunjuk agar kita memberikan surat resmi kepala sekolah -sekolah  yang ada di kota Wamena, yang menjadi tujuan anak -anak SMP Negeri 3 Wamena yang telah lulus tahun ini untuk mendaftar SMA dan SMK yang ada di Wamena jadi surat sudah di sebarkan semua ke masing -masing sekolah yang ada di kota Wamena," ungkapnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved