Jumat, 17 April 2026

Sejarah Indonesia

SEJARAH PASKIBRAKA

Banyak anak muda yang berbondong-bondong mengikuti tes Paskibraka karena menjadi Paskibraka merupakan sebuah kebanggaan baik kepada orangtua.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Sekelompok orang berpakaian seragam putih-putih yang berbaris membawa bendera sering kali menarik perhatian peserta upacara. Mereka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. 

Presiden Soeharto memanggil Mayor Mutahar kembali menangani Bendera Pusaka seperti pada 1946 di Yogyakarta.

Setelah itu, Paskibraka terdiri dari 3 kelompok yaitu, kelompok 17 sebagai pengiring depan, kelompok 8 sebagai pembawa bendera, dan kelompok 45 sebagai pengawal. Angka tersebut merupakan simbol tanggal Proklamasi Indonesia.

Pada 1973, Idik Sulaeman, yang adalah pembina pasukan pengibar bendera mengusulkan nama Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka atau Paskibraka.

 

 

Ada dua istilah yang sering kali disamakan yaitu Paskibra dan Paskibraka. Paskibra adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera sementara Paskibraka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Perbedaan keduanya ialah tempat penugasannya, ketentuan bertugas, seragam, tahap seleksi, dan formasi bertugas.

Paskibraka bertugas di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, sedang menduduki bangku kelas 10 SMA, berseragam Paskibraka dengan lambang daun dan bunga teratai di bagian lengan kanan atas serta tanda hijau di bahu, menggunakan seleksi seperti tes kesehatan, fisik, wawancara, dan lain-lain, lalu menggunakan formasi 17, 8, dan 45.

Paskibra bertugas dalam lingkungan sekolah, dapat dilakukan oleh semua kelas, berseragam Paskibra yaitu pakaian putih dan kopiah, tidak ada seleksi namun masuk ke ekstrakurikuler, lalu menggunakan formasi bebas menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekolah. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved