Jumat, 5 Juni 2026

PT Freeport Indonesia

Freeport Indonesia Dukung Program PASTI-Papua, Apa Saja Program Kerjanya?

Vice President of Community Development. PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma mengatakan Freeport telah aktif melakukan kegiatan membantu masyarakat.

Tayang:
Penulis: Kristina Rejang | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Kristin Rejang
Suasana peluncuran Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia-Papua (PASTI-Papua). 

Laporan Wartawan Tribun Papua- Kristina Rejang 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - PT Freeport Indonesia (PTFI) ikut berkontribusi dalam program  Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia-Papua (PASTI-Papua).

Program ini juga merupakan proyek tiga tahunan yang didanai oleh US Agency for International Development (USAID) dan PT. Freeport Indonesia.

PASTI-Papua diimplementasikan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI). 

Kegiatan dilaksanakan disalah satu hotel yang ada di Mimika, Jumat (13/9/2029).

PJ. Sekda Kabupaten Mimika, Petrus Yumte dalam sambutannya mengucapkan selamat datang  untuk seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. 

"Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mimika berharap dengan adanya program ini dengan pencegahan stunting nantinya membawa dampak besar bagi Papua untuk tumbuh menjadi generasi papua yang sehat, hebat dan berkualitas. Terimakasih untuk semua pihak yang telah aktif berkontribusi untuk kegiatan ini," ungkapnya. 

Baca juga: Kisah Kori Yolemal, Operator Alat Berat Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia Mimika

Direktur Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora dalam sambutannya menyampaikan program PASTI-Papua sebetulnya telah dimulai sejak 25 April 2024 walaupun baru luncurkan dan akan berlangsung hingga 30 Oktober 2027. 

"Fokusnya di Papua Tengah ada di Timika dan Nabire,dan untuk Papua Selatan di Asmat. Melalui kegiatan gizi terpadu yang selaras dengan rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting," katanya. 

Dikatakan dalam program ini ada tiga pendekatan yang akan dilakukan yakni intervensi komunikasi perubahan perilaku sosial yang melibatkan tokoh masyarakat, adat, dan agama. 

Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas melalui pelayanan kesehatan Primer yang berintegrasi komprehensif dan priventif bagi ibu anak dan remaja.

Peningkatan kapasitas kelembagaan atau tata kelola kolaboratif diantara pemangku kepentingan di tingkat sub nasional sampai tingkat daerah.

"Setelah berjalan beberapa bulan sudah ada pencapaian yaitu dibuatnya draft penyusunan strategi komunikasi untuk perubahan perilaku dan rencana kerja bersama proyek untuk 2024  Target rencana. Strategi ini adalah masyarakat mimika harapannya bisa kami rilis bulan Desember 2024 paling lambat," ungkapnya. 

Mission Director Of Indonesia USAID, Jeffery  P.Cohen mengatakan, ia mengapresiasi koordinasi lintas sektor di Indonesia untuk menurunkan angka stunting.

Dikatakan, tahun ini, hubungan resmi antara Amerika dengan Indonesia sudah berumur 75 tahun. 

"Indonesia sudah buat kemajuan sangat baik untuk turunkan angka stunting dalam 10 tahun terakhir dan angka penurunan stunting sangat baik . Amerika Serikat juga bangga bisa dukung Indonesia supaya angka stunting bisa turun lebih tinggi lagi," ungkapnya. 

Pada bulan Januari lalu, USAID bersama dengan sektor swasta dan Yayasan Wahana  Visi Indonesia meluncurkan program PASTI di empat daerah di Indonesia.

"Hari ini bersama Freeport indonesia saya senang bisa meluncurkan program Pasti.  Program ini akan jaga stunting di Provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan. Terimakasih juga kepada Freeport Indonesia yang sudah memberikan dana bermanfaat dan jumlahnya lebih besar lagi dari pada yang kita berikan," ungkapnya. 

Vice President of Community Development. PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma mengatakan Freeport telah aktif melakukan kegiatan membantu masyarakat.

Baca juga: Estuary Structure: Upaya Freeport Mempercepat Restorasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Mimika

Dikatakan, hampir satu tahun, rata-rata belanja program sosial Freeport capai 1 Triliun. Dana tersebut untuk membantu pendidikan, kesehatan ekonomi, infrastruktur, penguatan kelembagaan, transportasi.

"Tahun lalu kita habiskan kira-kira satu triliun lebih, pendidikan sendiri kita habiskan 350 miliar, kesehatan, transportasi, pengembangan masyarakat, UMKM, olahraga, total angka ini sekitar 1,1-1,2 Triliun," katanya.

Angka ini kata dia, cukup besar dalam sebuah perusahaan yang melakukan program program pemberdayaan masyarakat.

"Tentu kami berharap ada perubahan perubahan yang signifikan. Angka stunting, angka malaria, dan juga isu mengenai air bersih itu menjadi fokus perhatian kita. Kami punya komitmrn untuk membantu program stunting, malaria dan air bersih," ungkapnya. 

Menurutnya dalan menjalankan program PASTI tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. 

"Kita butuh kemitraan. Freeport akan ada terus berkomitmen membantu program percepatan baik itu Malaria maupun stunting. Kita punya rencana kerja tiga ini berpeluang untuk kita kembangkan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved