Selasa, 19 Mei 2026

PON XXI Aceh dan Sumut

PON XXI Aceh, Pesta Olahraga Rasa Bencana 

Situasi cukup mencekam bagi sejumlah tamu PON 2024 di sekitar Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, mulai dari atlet hingga awak media.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Kompas
BENCANA- Sejumlah perlengkapan pertandingan berserakan seusai Lapangan Panahan PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (18/9/2024), dihantam hujan badai sekitar pukul 12.00. Hal itu membuat nomor perlombaan yang sedang dan akan dilakukan ditunda ke Kamis (19/9/2024). KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH 

KOTA Banda Aceh yang sedang menyelenggarakan Pekan Olaharaga Nasional (PON) XXI  2024, dilanda hujan ekstrem dua hari terakhir.

Para pengunjung serasa melihat bencana alam benar-benar nyata di depan mata.

Panitia penyelengara PON XXI dianggap tidak siap mengantisipasi hal ini jauh hari. 

Malapetaka pun terjadi pada Selasa (18/9/2024), setelah hujan tiada henti sejak pukul 03.00 hingga 21.00 WIB.

Situasi cukup mencekam bagi sejumlah tamu PON 2024 di sekitar Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, mulai dari atlet hingga awak media.

Langit lekas memutih karena guyuran air yang turun begitu cepat ditambah efek embusan angin kencang, tatkala hujan badai itu tiba.

Saking kencangnya, embusan angin pun mengeluarkan suara nyaring bak bunyi trompet.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh menyebutkan, debit hujan hari itu mencapai 156 militer per jam atau tergolong curah hujan ekstrem. 

Baca juga: HEBOH Dugaan Korupsi Dana PON XXI Aceh dan Sumut, Begini Reaksi Mabes Polri

Sebaliknya, kecepatan menyentuh angka maksimal 25-30 knot atau 55 kilometer per jam, naik dari rata-rata 10 knot.

Alam yang seolah sedang mengamuk itu sontak memporak-porandakan sejumlah arena pertandingan. 

Lapangan Tembak Rindam Kodam Iskandar Muda di Mata Ie, Aceh Besar, misalnya. 

anitia membersihkan lantai di sekitar a
Panitia membersihkan lantai di sekitar atap lokasi perlombaan cabang menembak PON Aceh-Sumut 2024 yang jebol di Lapangan Tembak Rindam IM Mata Ie, Aceh Besar, Aceh, Selasa (17/9/2024). Hujan yang mengguyur wilayah Aceh hingga Selasa (17/9/2024) pagi menyebabkan banjir dan atap jebol di lokasi perlombaan. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Arena itu sempat kebanjiran di lokasi perlombaan 50 meter dan mengalami kerusakan berupa talang air ambrol di lokasi perlombaan 10 meter pada Rabu pagi.

”Kemarin, suasananya horor. Saya pikir bangunan lapangan tembak akan roboh. Sampai sekarang, saya masih waswas saat turun hujan deras disertai angin kencang," ujar penembak running target dari tim Papua, Muhammad Chuwaizam, yang nyaris jadi korban saat talang air ambrol, ketika dijumpai, Rabu (18/9/2024).

"Apalagi, pasca terjadi tsunami 2004, Aceh terkenal sebagai daerah rawan bencana. Ini pengalaman pertama saya mengalami bencana di tengah lomba.” 

Walau tidak separah hari sebelumnya, hujan badai turut melumat Lapangan Panahan, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved