Transmigrasi di Papua
Jangan Salah Kaprah, Michael Walker Ungkap Program Transmigrasi Bukan untuk Menguasai Wilayah Papua
Transmigrasi ke Papua tidak bertujuan untuk menguasai atau menggantikan penduduk asli secara permanen, tapi untuk meratakan pembangunan dan meningkatk
Banyak penduduk asli Papua yang mendapatkan manfaat dari peluang ekonomi yang diciptakan oleh program ini, sehingga transmigrasi bukan hanya untuk pendatang tetapi juga memperhatikan kesejahteraan penduduk asli.
Baca juga: Ini Tanggapan Tokoh Muda Papua, Ali Kabiay Soal Program Transmigrasi di Papua
Perbedaan transmigrasi dengan settler colonialism
Settler Colonialism Merampas, Transmigrasi mengembangkan Settler colonialism umumnya berfokus pada perampasan tanah dan sumber daya demi kepentingan kelompok pendatang, tetapi transmigrasi justru didasarkan pada pengembangan lahan yang belum produktif dengan tujuan pemerataan kesejahteraan.
Tanah yang digunakan untuk transmigrasi biasanya lahan yang sudah dialokasikan oleh negara dan bukan tanah adat milik masyarakat Papua.
Berkolaborasi bukan mengganti identitas
Transmigrasi tidak dimaksudkan untuk meminggirkan atau menghapus identitas Papua, tetapi sebaliknya, memberi kesempatan bagi kolaborasi budaya.
Banyak transmigran yang belajar dari kearifan lokal Papua, sementara masyarakat Papua mendapat kesempatan untuk mengenal keragaman budaya nusantara, yang memperkaya dan memperkuat identitas nasional.
Baca juga: Kelompok Cipayung Tolak Program Transmigrasi di Papua
Narasi “tanah kosong” tidak relevan
Tidak ada narasi bahwa Papua adalah “tanah kosong” dalam kebijakan transmigrasi modern.
Wilayah Papua diakui kaya dengan budaya dan sumber daya, dan kebijakan transmigrasi menghormati kepemilikan tanah adat serta melibatkan penduduk asli dalam pembangunan.
Transmigrasi di era sekarang berupaya menghindari konflik melalui dialog dan kerja sama antara pemerintah, penduduk asli, dan komunitas pendatang.
Dampak positif transmigrasi di Papua
1. Peningkatan Layanan Publik dan Infrastruktur
Kehadiran transmigran sering kali mendorong pemerintah untuk membangun infrastruktur yang lebih memadai, seperti jalan, sekolah, rumah sakit, dan pasar.
Infrastruktur ini pada akhirnya meningkatkan akses layanan publik bagi penduduk asli dan pendatang, serta mempercepat pembangunan wilayah Papua yang sebelumnya tertinggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/11-Nov-2024-narsoo.jpg)