Senin, 20 April 2026

Demo Mahasiswa Papua Ricuh

Ini Respons Sri Sultan HB X Terkait Kericuhan Aksi Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Di Yogya, menyampaikan aspirasi itu dilindungi. Namun, yang terjadi kemarin itu beberapa hal yang melanggar aturan. Kami sangat tegas

Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
Sri Sultan HB X 

TRIBUN-PAPUA.COM, YOGYAKARTA – Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa asal Tanah Papua di Yogyakarta yang berakhir ricuh mendapat respons dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan HB X memberikan perhatian serius terhadap kericuhan yang terjadi dalam aksi Free West Papua di Jalan Kusumanegara, Minggu (1/12/2024) petang itu. 

Baca juga: Mahasiswa Papua Gelar Mimbar Bebas, Minta Polisi Usut Penembak Tobias Silak

Respons Sri Sultan HB X itu diungkapkan Sekda DIY, Beny Suharsono. Menurutnya, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di Yogyakarta tetap dilindungi, selama tidak melanggar aturan.

Namun, dalam aksi kali ini terdapat pelanggaran serius yang memicu kericuhan, salah satunya adalah pengibaran bendera Bintang Kejora.

"Di Yogya, menyampaikan aspirasi itu dilindungi. Namun, yang terjadi kemarin itu beberapa hal yang melanggar aturan. Kami sangat tegas, tidak boleh ada penyimpangan, terutama yang bertentangan dengan prinsip NKRI," ujar Beny ditemui di Kompleks Kepatihan seperti dikutip Tribun-Jogja.com yang merupakan grup Tribun-Papua.com, Senin (2/12/2024).

Lebih lanjut dia juga menekankan bahwa aparat kepolisian telah berupaya menangani situasi dengan pendekatan yang lunak.

Namun, tindakan tersebut tetap memunculkan dampak, sehingga terjadi aksi brutal yang tentunya tidak diinginkan. 

"Aparat sudah sangat soft. Tapi tetap, pada akhirnya ada dampak langsung. Kami berusaha meredam agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya. 

Baca juga: Sepeda Tua, Mimpi Besar Sebastianus Petege: Kisah Inspiratif Mahasiswa Papua

Masih menurut Sekda DIY, pihaknya  memastikan bahwa Gubernur DIY telah memerintahkan evaluasi dan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami sudah dipanggil untuk membahas evaluasi dan mengantisipasi kejadian serupa," jelas Beny.

Baca juga: EcoDevender Memantapkan Kesadaran Mahasiswa Papua Terhadap Nilai Budaya

Selain itu, pemerintah juga memonitor dan menjaga agar pergerakan massa tidak keluar dari batas yang telah disepakati.

"Kami memahami aspirasi mereka. Tapi jika tuntutannya keluar dari kesepakatan kita bernegara, itu menjadi persoalan serius," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, mengungkapkan bahwa kericuhan bermula saat salah satu peserta aksi berusaha mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Baca juga: Program Transmigrasi Prabowo Ditolak, Mahasiswa Papua di Kalimantan Gelar Aksi

Aparat yang berjaga segera melakukan pengamanan, namun upaya ini memicu serangan balik dari massa aksi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved