Pemkab Nabire
Peternak Babi Perlu Waspada, ASF Sudah Masuk di Nabire Papua Tengah
Pada 4 November 2024, Dinas Peternakan Nabire memutuskan untuk mengambil sampel darah dari ternak babi yang sudah mati.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Peternak babi perlu waspada, African Swine Fever (ASF) sudah masuk di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kepala Dinas Peternakan Nabire, I Dewa Ayu Dwita menjelaskan, awal masuknya ASF ini sejak 18 Oktober 2024, saat ada laporan warga mengenai ternak babi sakit.
"Maka dengan demikian, petugas kami langsung turun ke lapangan untuk obati, tapi besoknya ternak itu mati, dan terjadi peningkatan kematian," kata Ayu kepada Tribun-Papua.com, Selasa, (17/12/2024).
Baca juga: Siapkan Anggaran Khusus, Begini Cara Pemkab Nabire Atasi Penyebaran Virus ASF Pada Ternak Babi
Atas kematian yang terjadi, pada 4 November 2024, Dinas Peternakan Nabire memutuskan untuk mengambil sampel darah dari ternak babi yang sudah mati.
Setelah itu dilakukan koordinasi ke Balai Feternal Jayapura, soal gejala-gejala yang terjadi pada babi di lapangan.
"Ini kita lakukan, untuk memastikan penyebab dari kematian yang terus meningkat," katanya.
Selain itu menurut Ayu, mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Papua terkait, langkah apa yang harus dilakukan
"Sambil menunggu hasil lab, kami pun melaksanakan tindak-tindakan pencegahan, seperti penyemprotan disinfektan di kandang ternak yang ada," jelasnya.
Lalu pada 8 November 2024, hasil pemeriksaannya lep yang dikirim ke Jayapura keluar, dan nyatakan sampel tersebut positif ASF
Karena demikian, maka Dinas Peternakan Nabire, melakukan langkah penerapan standar SOP yang sudah ditetapkan oleh Kementerian, seperti pemberian desinfektan dan lain sebagainya.
Kemudian melaporkan kepada pimpinan daerah bahwa, Nabire sudah dinyatakan positif ASF berdasarkan uji laboratorium.
"Setelah itu, pimpinan membuat SK penetapan wabah, dan SK pembentukan Satgas penanggulangan ASF yang tergabung dari beberapa dinas terkait," ujarnya.
Setelah semuanya dibentuk, Ayu bilang Dinas Peternakan Nabire, keluarkan surat edaran bupati terkait pelarangan keluar masuknya ternak babi di daerah ini.
Selain itu bupati juga mengeluarkan mengimbau melalui media massa bahwa, untuk mengatasi ASF, perlu dukungan seluruh masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Peternakan-N.jpg)