merauke
PT GPA di Merauke Angkat Bicara Terkait Tuduhan Serobot Lahan Milik Warga
"Kita sepakat bahwa selama menunggu kejelasan objek yang dipermasalahkan, pekerjaan tetap berjalan untuk pembuatan tanggul pencegahan banjir di lokasi
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Usai digeruduk pemilik lahan dengan dilakukannya aksi pembentangan baliho bertuliskan penghentian kegiatan pembongkaran lahan beberpa waktu lalu, akhirnya pihak PT Global Papua Abadi (GPA) yang bergerak dibidang perkebunan memberikan penjelasan.
Pimpinan PT Global Papua Abadi, Joko H.Pramulyo, mengatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan komunikasi bersama pemilik lahan untuk permasalahan lahan tersebut diselesaikan secara baik-baik.
Baca juga: PT Global Papua Abadi Merauke Diduga Bongkar Lahan Tanpa Sepengetahuan Pemilik Tanah
"Kita sepakat bahwa selama menunggu kejelasan objek yang dipermasalahkan, pekerjaan tetap berjalan untuk pembuatan tanggul pencegahan banjir di lokasi itu, sehingga kita juga tidak mau merugikan masyarakat sekitar maupun kepentingan pengelolaan perusahaan," ucap Joko, Jumat (10/1/2025).
Berkaitan dengan kejelasan batas lahan dan dokumen kepemilikan lahan yang di persoalkan, Joko menjelaskan kedua belah pihak masih menunggu hasil dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Baca juga: Curi Motor Yang Dipasang GPS, Pria ini Kaget Didatangi Polisi Muara Tami
"Apakah lahannya masuk area perusahaan atau tidak, kita menunggu saja dari pihak yang berwenang."
"Bagaimanapun ini adalah proyek strategis Nasional dalam rangka ketahanan pangan dan energi yang disuport pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kita juga taat peraturan baik tingkat pusat maupun daerah, sehingga yang kita jalankan ini tidak lain sesuai kebijakan pemerintah," tambahnya.
Baca juga: Harga tomat di Jayapura naik dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram
Joko menuturkan, pihak PT GPA sangat terbuka dan siap memberikan solusi untuk masyarakat jika ada kendala-kendala yang ditemukan di lapangan. (*)
| Porprov II Papua Selatan Digelar di Merauke Pada November 2025 |
|
|---|
| PHAP Dampingi Petani Lokal di Merauke Wujudkan Pertanian Berkelanjutan Untuk Konservasi Alam |
|
|---|
| Pemulung di Merauke Banyak dan Sangar Karena Ancam Pemilik Rumah, Warga Minta Polisi-Pemkab Bekerja |
|
|---|
| BPBD Merauke Siap Evakuasi Korban Banjir di Salor 3 |
|
|---|
| Kenakan Pakaian Adat Lengkap Masyarakat Papua Selatan Siap Sambut Apolo-Paskalis di Merauke Pagi Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Spanduk-bertuliskan-penolakan-terbentang-di-depan-kantor-PT-Global-Papua-Abadi.jpg)