Rabu, 20 Mei 2026

Ini Hasil Pertemuan Pencaker dan DPR Provinsi Papua Tengah

Diduga hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tidak memuaskan, para pencaker datangi Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/2/2025).

Tayang:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Calvin
CPNS PAPUA TENGAH: Ketua fraksi Nasdem DPR Papua Tengah, Anis Labene, saat diwawancarai mengenai kedatangan pencaker di Kantor DPR Papua Tengah, yang mana merupakan, tugas dan tanggungjawab lembaga legislatif untuk wajib menerima aspirasi masyarakat, dan ditindaklanjuti. Foto Tribun-Papua.com/Calvin Lois Erari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Diduga hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tidak memuaskan, para pencaker datangi Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/2/2025).

Mereka mempertanyakan kuota 80 persen dalam seleksi CPNS Papua Tengah.

Baca juga: Dua Fraksi DPR Papua Tengah Ajak Masyarakat Dukung Program Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Menyikapi kedatangan mereka, Ketua fraksi Nasdem DPR Papua Tengah, Anis Labene mengatakan, sesuai tugas dan tanggungjawab lembaga legislatif wajib menerima aspirasi masyarakat, dan ditindaklanjuti.

"Nah untuk itu soal ini, kita fokuskan ke kuota 80 dan 20 persen. Jadi tidak usah lagi bicara, sana, sani, dan dari 80 persen yang telah diumumkan, para pencaker menemukan, 28 nama yang diduga non OAP, yang ambil jatahnya OAP,"terang Anis.

"Sehingga, kalau kita tinggalkan, maka selanjutnya isu-isu lain akan datang lagi, untuk itu tidak bisa, dan hari ini juga kita bergerak, menyurati BKPSDM Papua Tengah, dan mereka datang bersama Sekda Papua Tengah, serta membawa tim data untuk memaparkan semuanya, sehingga kami mengikuti satu per satunya," imbuhnya.

Baca juga: Anwar Damanik Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Papua Tengah Bersama Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih

Anis bilang, dari hasil pertemuan tersebut, terdapat 28 orang yang mamanya OAP, dan sebaliknya, bapaknya OAP.

"Nah kalau begini pasti marganya ikut, jadi mereka, kira ini non OAP, sehingga pencaker ini meminta kepastian kepada kami,"umbarnya.

Kemudian lanjut Anis, dari hasil itu mereka dapatkan lagi, di mana ada sampai empat nama yang diduga bukan OAP.

"Tapi keempat ini harus menjadi tolak ukur, dan dipastikan dengan benar lagi kembali," tandasnya.

Baca juga: DPR Papua Tengah Tetapkan Sidang Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, para legislator juga menagih janji Pj Gubernur Papua Tengah, yang mana ketika ada nama non OAP yang mengambil formasi OAP diproses seleksi ini, maka akan dicoret.

"Sehingga harapan kami, ketika terbukti empat orang yang ditemukan bukan OAP, maka harus ada ketegasan kepada mereka," ujarnya.

Anies pun menegaskan, apabila ada isu-isu di luar sana yang mengatakan DPR Papua Tengah turut membeking proses ini, maka hal itu tidak benar.

"Karena kami betul-betul bekerja keras soal ini, meskipun kelengkapan DPR belum ada, bahkan, waktu malam kapan ada sedikit aksi yang dilakukan pencaker, kami turun langsung untuk temui mereka," pungkasnya.

Baca juga: Pansel DPRK Papua Tengah Siap Membuktikan Hasil Seleksi Melalui Proses Hukum

Anis berharap, ke depan pihak legislatif akan terus memperjuangkan harapan-harapan dari para pencaker, agar dapat tidak ada lagi hal-hal yang terjadi seperti saat ini. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved