Ini Hasil Pertemuan Pencaker dan DPR Provinsi Papua Tengah
Diduga hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tidak memuaskan, para pencaker datangi Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/2/2025).
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Diduga hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tidak memuaskan, para pencaker datangi Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/2/2025).
Mereka mempertanyakan kuota 80 persen dalam seleksi CPNS Papua Tengah.
Baca juga: Dua Fraksi DPR Papua Tengah Ajak Masyarakat Dukung Program Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih
Menyikapi kedatangan mereka, Ketua fraksi Nasdem DPR Papua Tengah, Anis Labene mengatakan, sesuai tugas dan tanggungjawab lembaga legislatif wajib menerima aspirasi masyarakat, dan ditindaklanjuti.
"Nah untuk itu soal ini, kita fokuskan ke kuota 80 dan 20 persen. Jadi tidak usah lagi bicara, sana, sani, dan dari 80 persen yang telah diumumkan, para pencaker menemukan, 28 nama yang diduga non OAP, yang ambil jatahnya OAP,"terang Anis.
"Sehingga, kalau kita tinggalkan, maka selanjutnya isu-isu lain akan datang lagi, untuk itu tidak bisa, dan hari ini juga kita bergerak, menyurati BKPSDM Papua Tengah, dan mereka datang bersama Sekda Papua Tengah, serta membawa tim data untuk memaparkan semuanya, sehingga kami mengikuti satu per satunya," imbuhnya.
Baca juga: Anwar Damanik Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Papua Tengah Bersama Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih
Anis bilang, dari hasil pertemuan tersebut, terdapat 28 orang yang mamanya OAP, dan sebaliknya, bapaknya OAP.
"Nah kalau begini pasti marganya ikut, jadi mereka, kira ini non OAP, sehingga pencaker ini meminta kepastian kepada kami,"umbarnya.
Kemudian lanjut Anis, dari hasil itu mereka dapatkan lagi, di mana ada sampai empat nama yang diduga bukan OAP.
"Tapi keempat ini harus menjadi tolak ukur, dan dipastikan dengan benar lagi kembali," tandasnya.
Baca juga: DPR Papua Tengah Tetapkan Sidang Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, para legislator juga menagih janji Pj Gubernur Papua Tengah, yang mana ketika ada nama non OAP yang mengambil formasi OAP diproses seleksi ini, maka akan dicoret.
"Sehingga harapan kami, ketika terbukti empat orang yang ditemukan bukan OAP, maka harus ada ketegasan kepada mereka," ujarnya.
Anies pun menegaskan, apabila ada isu-isu di luar sana yang mengatakan DPR Papua Tengah turut membeking proses ini, maka hal itu tidak benar.
"Karena kami betul-betul bekerja keras soal ini, meskipun kelengkapan DPR belum ada, bahkan, waktu malam kapan ada sedikit aksi yang dilakukan pencaker, kami turun langsung untuk temui mereka," pungkasnya.
Baca juga: Pansel DPRK Papua Tengah Siap Membuktikan Hasil Seleksi Melalui Proses Hukum
Anis berharap, ke depan pihak legislatif akan terus memperjuangkan harapan-harapan dari para pencaker, agar dapat tidak ada lagi hal-hal yang terjadi seperti saat ini. (*)
TribunPapua.com
DPR Papua Tengah
pencari kerja (Pencaker)
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
Fraksi NasDem
Anis Labene
| Legislator Cium Jejak Mafia BBM di Nabire Akibat Antrean Kendaraan Terpelihara |
|
|---|
| Massa Temui Tim Percepatan Pembangunan Papua dan Soroti 14 Ribu Pengangguran di Mimika |
|
|---|
| DPR Papua Tengah Janji Kawal 21 Tuntutan Tragedi Dogiyai Berdarah |
|
|---|
| DPR Papua Tengah Desak Pusat Ubah Aturan Tambang Rakyat Demi Warga Lokal |
|
|---|
| Massa Papua Tengah Minta Presiden Prabowo Sterilkan Wilayah Sipil Dari Militer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/11-Februari-2025-DPR-Paa.jpg)