Rabu, 8 April 2026

merauke

Suku Marind di Papua Selatan Menuju Kepunahan! Ini Kata Romanus

Romanus mengkhawatirkan, seiring dengan pembangunan dan perkembangan ibu kota provinsi di Kabupaten Merauke, pemilik hak ulayat bakal menjadi kelompok

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribun-Papua.com/Yulianus Bwariat
PROTEKSI SUKU PAPUA : Sekelompok orang asli suku Marind sedang melakukan tarian adat dalam pawai budaya HUT Merauke ke-123, Sabtu,(8/2/2025). Pembangunan maju namun suku asli semakin hilang. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Di akhir masa jabatannya, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, meminta kepala daerah Provinsi Papua Selatan agar dapat memberikan perlindungan kepada pemilik ulayat orang asli suku Marind, sebab pusat ibu kota provinsi berada di atas tanah orang Marind. 

Baca juga: Lanjutan Sidang PHP Bupati Jayapura, Kapolres Imbau Warga Bijak Bermedsos

Romanus mengkhawatirkan, seiring dengan pembangunan dan perkembangan ibu kota provinsi di Kabupaten Merauke, pemilik hak ulayat bakal menjadi kelompok yang tersingkirkan. 

Baca juga: Setiap Minggu Polisi Jayapura Terima Laporan Pencurian Sepeda Motor

"Memang kita hidup damai di atas tanah ini, tapi dalam kedamaian ini ada yang besok hilang di atas negeri ini, mereka yang dinamakan pemilik ulayat tanah ini," ungkap Romanus dalam acara HUT Merauke ke-123, baru-baru ini.

Baca juga: Organisasi Barisan Merah Putih Merauke Resmi Naik Status Dari DPC ke DPD

Kebijakan afirmasi khusus bagi orang asli Suku Marind harus dilakukan, sebab secara fakta saat ini dapat dilihat populasi dan keberadaan orang asli suku Marind hanya sekian persen dan berada di wilayah pinggiran kabupaten Merauke. 

Baca juga: Pengalaman Buruk, Pemkab Jayapura Batal Bangun 8 Pustu Jika Masyarakat Masih Suka Palang

"Harus ada perlindungan ekstra proteksi untuk orang Marind, ketika ada yang jadi gubernur harus beri proteksi, harus beri afirmasi khusus dan ini harus dilakukan," tegasnya. 

Dirinya juga berpesan kepada anak-anak suku Marind agar wajib bersekolah sebab dengan cara itu orang Marind dapat merubah masa depan daerah dan keluarga. 

Baca juga: Polres Jayawijaya Amankan Lima Pohon Ganja Yang Tumbuh Subur di Wouma

"Ada catatan refleksi saya untuk HUT Merauke ke-123, pembangunan maju tapi orang keriting kulit hitam pemilik tanah ini semakin lama semakin hilang tanahnya, semakin hilang manusianya," tutup Romanus. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved