Sabtu, 25 April 2026

Aksi Tolak MBG di Jayapura

Besok, Solidaritas Pelajar West Papua Gelar Aksi Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya!

Koordinator aksi, Aluri Wandik membenarkan, bahwa aksi ini digelar karena program MBG tidak memberikan dampak positif bagi pelajar di Papua.

Penulis: Yulianus Magai | Editor: Lidya Salmah
istimewa
AKSI TOLAK MBG- Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP Saat membagikan selebaran dan surat izin kepada beberapa intansi terkait pelaksanaan aksi tolak MBG di Jayapura, Papua. Foto: istimewa 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA– Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (17/2/2025) besok.

Aksi damai ini terkait menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Koordinator aksi, Aluri Wandik membenarkan, bahwa aksi ini digelar karena program MBG tidak memberikan dampak positif bagi pelajar di Papua.

Baca juga: Gubernur Anwar Damanik Pastikan Sudah Bentuk Tim MBG Untuk Sukseskan Program Presiden Prabowo

Menurutnya, pelajar lebih membutuhkan pendidikan gratis daripada makanan gratis.

"Kami tidak butuh makanan gratis, kami butuh pendidikan gratis. Bagi kami, makanan gratis tidak ada gunanya karena di rumah kami sudah ada makanan. Oleh karena itu, besok kami akan menggelar aksi menolak program ini," ujar Aluri kepada Tribun-Papua.com, Minggu (16/2/2025).

Aluri menambahkan,  bahwa pihaknya telah mengajukan surat izin ke beberapa instansi, termasuk kepolisian, untuk memastikan aksi berjalan sesuai aturan.

Baca juga: Badan Gizi Nasional Terkena Pemangkasan Anggaran, Bagaimana Eksekusi Program MBG Prabowo?

Rencananya, aksi ini akan dipusatkan di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

"Tujuan aksi kami adalah mendatangi Dinas Pendidikan. Surat izin sudah kami bagikan ke beberapa instansi, termasuk kepolisian. Aksi ini akan diikuti oleh anggota SPWP," jelasnya.

Senada dengan Aluri, perwakilan SPWP lainnya, Yeskiel Walela, menegaskan, bahwa tuntutan utama mereka adalah agar kebijakan MBG dialihkan menjadi pembiayaan pendidikan gratis.

"Kami ingin kebijakan Makan Bergizi Gratis ini dialihkan menjadi pembiayaan pendidikan gratis. Dengan begitu, siswa dari keluarga ekonomi lemah di Papua bisa belajar tanpa terbebani biaya sekolah yang tinggi, terutama di sekolah swasta," pintanya.

Baca juga: Gekrafs Papua Pegunungan Salurkan MBG Untuk Sejumlah Pondok Pesantren dan Anak Yatim

SPWP juga mengajak pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa dan guru honorer yang terdampak pemotongan anggaran pendidikan untuk bergabung dalam aksi ini.

"Kami mengundang secara terbuka kepada semua pelajar sejak tanggal 12 Februari 2025 dari berbagai sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa serta guru-guru honorer yang mana gajinya dipotong akibat pemotongan biaya pendidikan. Selain itu, kami juga mengajak seluruh orang tua siswa-siswi selaku pembimbing utama siswa-siswi yang mana dengan jerih payah untuk selalu membiayai anaknya dengan realita biaya sekolah dan SPP yang mahal," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved