Minggu, 17 Mei 2026

Teknologi

Studi Ungkap Dampak Negatif AI pada Kemampuan Berpikir

Dalam prosesnya, para peneliti melibatkan 319 pekerja yang kesehariannya bertugas mengelola data dan informasi.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
CLICK SOFTWAR
ARTIFICIAL INTELLIGENCE - Ilustrasi Artificial intelligence (AI). Berdasarkan riset, Indonesia dianggap masih tertinggal dalam pengembangan AI, terutama dalam aspek teknologi dan regulasi. Foto: CLICK SOFTWAR 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Hasil riset terbaru yang dilakukan Microsoft dan Carnegie Mellon University menyebut, bahwa terlalu sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) ternyata bisa membikin tumpul kemampuan berpikir kritis seseorang. 

Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan AI memengaruhi kemampuan berpikir kritis para pekerja.

Dalam prosesnya, para peneliti melibatkan 319 pekerja yang kesehariannya bertugas mengelola data dan informasi.

Kemudian, masing-masing pekerja diminta melaporkan beberapa hal terkait penggunaan AI dalam pekerjaan mereka, seperti:

Cara pekerja menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas. 

Tingkat kepercayaan pekerja dari hasil jawaban yang diberikan AI.

Kemampuan pekerja dalam mengevaluasi hasil jawaban AI, serta Keyakinan pekerja untuk menyelesaikan tugas yang sama tanpa bantuan AI.

Dari jawaban yang didapat, peneliti menemukan ada pola yang berbeda.

Pertama, semakin tinggi kepercayaan pekerja terhadap kemampuan AI, semakin jarang mereka mengevaluasi atau mengontrol hasil jawaban yang diberikan.

Pola ini paling sering terlihat pada tugas-tugas yang dianggap mudah atau berisiko rendah.

Dalam situasi seperti ini, beberapa pekerja mengaku lebih memilih langsung mengandalkan AI tanpa mencoba menyelesaikan tugas secara mandiri terlebih dahulu. 

Menariknya, ada beberapa pekerja yang justru menganggap tindakan tersebut sudah termasuk 'berpikir kritis' karena merasa telah memanfaatkan teknologi dengan optimal.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa kebiasaan ini, meski tampak sepele, dapat menjadi berisiko jika dibiarkan dalam jangka panjang.

Ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat mengurangi kemampuan pekerja dalam memecahkan masalah secara mandiri dan melemahkan keterampilan berpikir kritis mereka.

 Dengan kata lain, penggunaan AI yang terlalu sering dan tanpa ada kontrol, berisiko membuat otak seseorang menjadi 'tumpul'.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved