Senin, 18 Mei 2026

Teknologi

Studi Ungkap Dampak Negatif AI pada Kemampuan Berpikir

Dalam prosesnya, para peneliti melibatkan 319 pekerja yang kesehariannya bertugas mengelola data dan informasi.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
CLICK SOFTWAR
ARTIFICIAL INTELLIGENCE - Ilustrasi Artificial intelligence (AI). Berdasarkan riset, Indonesia dianggap masih tertinggal dalam pengembangan AI, terutama dalam aspek teknologi dan regulasi. Foto: CLICK SOFTWAR 

Sebaliknya, di pola yang kedua, peneliti menemukan bahwa ketika para pekerja merasa kurang yakin dengan kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas, mereka justru sedang melatih kemampuan berpikir kritisnya.

Mereka juga cenderung lebih percaya diri dalam menilai dan memperbaiki jawaban yang dihasilkan oleh AI sesuai kebutuhan mereka.

Penelitian ini turut menemukan bahwa pekerja yang sering menggunakan AI cenderung memberikan jawaban yang relatif sama dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan AI.

 Hal ini terjadi karena AI bekerja berdasarkan memori data pelatihan yang dimilikinya.

Dalam artian, AI hanya mampu mengolah informasi dan pola yang sudah ada, sehingga hasil yang dihasilkan sering kali tidak bervariasi atau homogen.

Kondisi ini masuk akal. Sebab, AI bukanlah mesin kreatif yang dapat menciptakan ide-ide baru secara bebas.

Ketika pekerja terlalu sering mengandalkan AI tanpa menambahkan ide atau mengevaluasi sendiri, maka hasil akhirnya akan menjadi lebih seragam.

Para peneliti menyebut kebiasaan ini bisa menyebabkan "kemunduran berpikir kritis."

Dengan kata lain, kebiasaan mengandalkan AI secara berlebihan bisa membuat otak 'tumpul' karena pekerja kehilangan kemampuan untuk mencari solusi yang berbeda atau berpikir secara mandiri.

Baca juga: Teknologi INSOS Bantu Sistem Keuangan Daerah di Biak

Walaupun kehadiran AI bisa membantu pekerja dalam menyelesaikan tugas dengan cepat dan efisien, namun penggunaannya yang berlebihan juga memiliki sisi negatif, demikian dikutip KompasTekno dari Gizmodo, Sabtu (15/2/2025).

Riset ini memberikan peringatan penting terkait potensi dampak negatif tersebut.

 Semakin sering seseorang mengandalkan AI, maka semakin besar juga kemampuan berpikir kritisnya menghilang alias tumpul. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved