ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

OPM bunuh pekerja di Yahukimo

OPM Bunuh Pekerja Tambang di Yahukimo, Berikut Puluhan Nama Korban

ama-nama pekerja tambang meninggal dunia antara lain, Sahrudin mengalami luka bacok di kepala, Wawan (22) terkena panah, Gorontalo terkena panah, Feri

Tribun-Papua.com/istimewa
PEMBUNUHAN : Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) wilayah Yahukimo saat memberikan keterangan soal pembunuhan 11 warga sipil, Rabu (9/4/2025). Mereka melakukan itu karena menduga korban adalah mata-mata atau intelijen TNI-Polri. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, YAHUKIMO - Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama dikabarkan membunuh pekerja tambang emas di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Data dihimpun Tribun-Papua.com pembunuhan tersebut berlangsung pada, Minggu (6/4/2025) dengan menewaskan pendulang emas bernama Saharuddin asal Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Komandan Koramil Koroway Bulanop Kodim 1704 bahwa korban tewas akibat penyerangan OPM, lebih dari satu orang.

Baca juga: TPNPB-OPM Klaim Bunuh 11 Warga Yahukimo yang Diduga Sebagai Intelijen Aparat 

Ada indikasi OPM yang melakukan penyerangan tersebut berasal dari kelompok Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari Batalyon Yamue dan Batalion WSM serta mendapat bantuan dari Kodap III Ndugama Derakma. 

Sebagian besar penambang yang selamat masih bersembunyi di hutan untuk meloloskan diri.

Separuhnya lagi sudah meloloskan diri melalui jalur sungai ke Distrik Koroway Bulanop, Kampung Mabul, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Saat ini para penambang yang masih berada di hutan hutan diperkirakan berjumlah kurang lebih 30 orang dan rencananya akan dijemput menggunakan perahu.

Baca juga: Masyarakat Asli Papua Kutuk OPM Karena Tindakan Brutal Terhadap Guru-Nakes Yahukimo

Infomasi sementara yang diperoleh tribun, nama-nama pekerja tambang meninggal dunia antara lain, Sahrudin mengalami luka bacok di kepala, Wawan (22) terkena panah, Gorontalo terkena panah, Feri Muarakun terkena tembakan, Stanly tertangkap, Sanger tertangkap dan Aidil dibacok leher belakang.

Adapun korban selamat berjumlah 35 orang di Distrik Koroway Bulanop, Kampung Mabul Kabupaten Mappi diantaranya, Jaktam, Elo, Junus, Alma, Iqbal, Erdin, Feni, Meylani, Helma, Jefer,  Imanuel, Albert.

Selanjutnya, Aldo, Samuel, Andi K, Agus S, Muktar, Nenak, Rasi, Celu, Mas Botak, Irwan, Syemal, Fadil, Aca, Robert, Johan, Bram, Syawang, Markus, Melki, Maikel, Ele, Rio dan Jon. 

Baca juga: Drama Aske Mabel Diungkap TPNPB: Tawarkan Senjata dan Keinginan Bergabung Tapi Ditolak

Kemudian korban yang terpisah dengan rombongan dan belum ada kabar pasti sampai saat ini, Bungsu Hari, Sahrudin, Anwar Tejo, Mustafa, Mursaleh, Sahmady, Agung, Iyan, dan Ansar.

Kepala dusun bernama Dani bersama istrinya Geby kemungkinan selamat menurut keterangan dari penambang yang baru turun.

Senjata yang digunakan kelompok OPM membunuh pendulang antara lain parang, panah, 2 pucuk senjata laras panjang.

Baca juga: Miris, Sampah Berserakan di Pusat Perbelanjaan Kota Nabire

Kelompok OPM yang melaksanakan pengejaran terhadap masyarakat penambang disebut kurang lebih berjumlah 25 orang.

Berdasarkan informasi bahwa proses evakuasi lebih dekat dari Kabupaten Asmat, Distrik Koroway atau Tanah Merah Bovendigoel, dikarenakan berbatasan langsung dengan Kabupaten Asmat dan Bovendigoel yang memiliki akses lebih dekat dengan jalur sungai.

Tidak terdapat pos aparat keamanan di lokasi penambangan. Saat ini tim dan forkopimda melaksanakan rapat koordinasi dalam mengambil langkah dan mencari informasi yang valid.

Baca juga: Libur Idul Fitri Berakhir, ASN Pemkab Jayapura Diminta Tingkatkan Pelayanan Masyarakat 

Hingga berita ini disiarkan, Tribun-Papua.com masih terus menggali informasi lebih jauh terkait insiden itu.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved