Senin, 27 April 2026

MBG Papua

963 Pelajar SMP Negeri 1 Sentani di Kabupaten Jayapura Terima MBG

"Pagi ini kita melaksanakan program makan gizi gratis pertama kali yang ada di Kabupaten Jayapura di sekolah SMP Negeri 1 Sentani," katanya.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjanah Kurita
MBG DI PAPUA : Siswa di sekolah SMP Negeri 1 Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura sedang menikmati program MBG, Senin (14/4/2025). Program ini sebelumnya sudah dilakukan di dua SD. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dilaksanakan perdana di Kabupaten Jayapura, Papua usai uji coba di Sekolah Dasar (SD) Negeri Dobonsolo dan SD Negeri Inpres Kemiri pada November 2023 lalu.

Program Presiden Prabowo Subianto itu dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura pada Senin (14/4/2025).

Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, Brigjen Rieli Thevi Zebua memimpin langsung pelaksanaan MBG di sekolah itu, didampingi Bupati Jayapura Yunus Wonda, Danrem 172/PWY Dedi Haryono, Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung, Ketua Yayasan Kasih Iman Samuel Papua, Edison Awoitauw, serta Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sentani Haryanti Sokoy.

Baca juga: Dari Reuni Akbar, Lulusan Luar Negeri Mengaku Sulit Cari Kerja di Papua

Brigjen Rieli Thevi Zebua mengatakan sebanyak 963 paket dibagikan kepada siswa.

"Pagi ini kita melaksanakan program makan gizi gratis pertama kali yang ada di Kabupaten Jayapura di sekolah SMP Negeri 1 Sentani," katanya.

Thevi mengkalim siswa antusias dan senang menikmati makan gratis.

"Kita bisa lihat anak cukup senang dan gembira mengikuti program MBG di sekolah," ujarnya.

Program MBG akan dilanjutkan pada tanggal 21 April 2025 di sekolah lain di Kabupaten Jayapura. "Ini running pertama akan dibagikan lagi, tanggal 21 April," katanya.

Baca juga: Polda Papua Mengerahkan 500 Personel Untuk Evakuasi 14 Jenazah Korban KKB

Setelah uji coba pada November 2024, program ini baru saja berjalan, Thevi membantah program yang dikawalnya itu tidak terlambat tetapi mempertimbangkan kesiapan pangan lokal, infrastruktur, dan tenaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

"Ini bukan terlambat tetapi harus melihat kearifan lokal yang ada. Sudah siapkan infrastruktur, tenaga SPPG, dan SPPI. SPPI dilatih di Rindam," katanya.

Untuk SPPI pihaknya menyiapkan ratusan tenaga yang yang dikolaborasi dengan tenaga yang ada di yayasan.

Baca juga: 14 Korban Pembunuhan KKB di Yahukimo Berhasil Dievakuasi Dari Lokasi Kejadian

Sementara itu, Ketua Yayasan Kasih Iman Samuel Papua, Edison Awoitauw mengatakan, harga makan bergizi per porsi Rp20 ribu dengan menu ayam, nasi, buah, dan sayur. Edison mengatakan, setiap hari siswa akan menikmati menu yang berbeda. Menunya sudah disiapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Sebagai mitra, pihaknya menyiapkan satu dapur untuk mendistribusi maka ke 3.500 siswa.

"Hari ini kami running kemudian kedepan di beberapa sekolah kami jangkau untuk ditunjukkan ke publik Kabupaten Jayapura siap melaksanakan program ini.  Pendistribusian awalnya dimulai 900 lebih siswa," katanya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved