Senin, 20 April 2026

DPRK Jayawijaya

Komisi B DPRK Jayawijaya Gelar Kunker Bahas Pajak dan Retribusi Daerah

"Kami pantau termasuk pasar itu kami tinjau di pasar - pasar dan untuk yang berikut itu untuk aset-aset bangunan seperti di mall dan juga termasuk pas

Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Tribun-Papua.com/Amatus Huby
DPRK JAYAWIJAYA : Komisi B DPRK Jayawijaya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di pasar Potikelek pada Kamis (8/5/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRINUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melakukan kunjungan kerja dan membahas tentang Perpajakan dan Retribusi Daerah di Ruangan Komisi B pada Kamis (8/5/2025).

Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya Yosep Lokobal mengatakan sesuai dengan tupoksi pihaknya melakukan kunjungan kerja (kunker) di lapangan guna memantau aset-aset Pemda Kabupaten Jayawijaya. 

Baca juga: Pemkab Puncak Usulkan Pengembangan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan ke Pemprov Papua Tengah

"Kami pantau termasuk pasar itu kami tinjau di pasar - pasar dan untuk yang berikut itu untuk aset-aset bangunan seperti di mall dan juga termasuk pasar-pasar yang disediakan oleh Pemda ini sementara ini. Kami pantau di lapangan namun proses di lapangannya berjalan bagus tapi untuk administrasi perpajakan ini yang tidak jalan bagus,"katanya. 

Lebih lanjut Lokobal mengatakan misalnya di mall selama 2024 itu tidak ada aktivitas dari dinas perindag, akhirnya sekat-sekat yang ada di dalamnya selama 1 tahun itu tidak ada pembayaran. 

Dan dari mall sampaikan bahwa ada pihak ketiga yang biasanya datang tapi di 2024 itu sama sekali tidak ada. 

Baca juga: Sekolah Adat Pertama Resmi Dibuka di Papua Pegunungan: Upaya Nyata Pelestarian Budaya Lokal

"Sedangkan ini aset yang perlu kita kontrol terutama supaya PAD kita bisa naik , dengan harapan bahwa dinas-dinas terkait bisa kontrol ini supaya PAD kita bisa bertambah,"ujarnya.

Sementara itu Yumi Kogoya mengatakan terkait dengan PAD ini melihat dengan itu untuk seperti Hotel, Bank BRI ini juga tidak punya kontribusi selama ada di sini.

Baca juga: Geram, BMP RI Minta Kapolri Atasi Dugaan Rasis Yang Menimpa Sayuri Bersaudara

"Saya lihat konstruksinya sangat kecil ketimbang yang ada di restoran. bank dan juga telat-telat ini perlu dinas terkait itu segera ambil tindakan untuk mengatasi mafia nakal yang datang hanya cari untung di sini, sehingga pemerintah harus ambil ketegasan di bagian ini,"pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved