Minggu, 10 Mei 2026

Kodam Cenderawasih

Persit Denintel Kodam Cenderawasih Dampingi Remaja Papua Jaga Kesehatan Reproduksi

Saya melihat pentingnya memberikan pengetahuan dasar kepada para remaja mengenai kesehatan reproduksi, agar mereka paham dan bisa mencegah perilaku ya

Tayang:
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
SOSIALISASI KESEHATAN – Foto bersama anak-anak, ketua dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih di Gedung GKI Getsemani Waena, Kota Jayapura, Sabtu, (12/7/2025). Pada kesempatan itu, Persit Denintel Kodam Cenderawasih menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi untuk remaja Papua sebagai upaya menekan jumlah kasus HIV/AIDS. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I, Sinteldam PD XVII/Cenderawasih menggelar kegiatan REPAS (Remaja Papua Sehat) dengan memberikan pendampingan serta penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja, Sabtu (12/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gereja GKI Getsemani Waena, Kota Jayapura, Papua, ini bertujuan untuk mencegah dan menekan angka kasus HIV/AIDS di kalangan remaja.

Baca juga: Dinas Pendidikan Yahukimo dan BP KPMY Validasi Ribuan Data Penerima Beasiswa 2025

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih, dr. Lili Deny Yanuarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV/AIDS di Papua.

“Saya melihat pentingnya memberikan pengetahuan dasar kepada para remaja mengenai kesehatan reproduksi, agar mereka paham dan bisa mencegah perilaku yang berisiko,” ujarnya.

Baca juga: Penerima Beras Bantuan Pangan di Yapen Turun Drastis Dari 17 Ribu Menjadi 8.466

Sebelum kegiatan penyuluhan, pihaknya membagikan kuesioner kepada para remaja. Hasilnya menunjukkan sebagian besar remaja belum pernah mendapatkan informasi kesehatan reproduksi, baik di sekolah maupun di rumah.

“Menurut kami, ini hal penting yang harus disampaikan. Diharapkan, melalui sosialisasi rutin, kita bisa membantu menekan tingginya angka HIV/AIDS di Papua,” tambah dr. Lili.

Baca juga: PTFI dan Pemkab Mimika Menyediakan Air Bersih Untuk Masyarakat

Ia juga menekankan perlunya peran aktif sekolah dan orang tua dalam membuka ruang diskusi bagi remaja, agar kesehatan reproduksi tidak lagi menjadi hal tabu.

“Dari kuesioner juga terungkap bahwa remaja usia 13–15 tahun sudah mencoba menonton video porno atau melakukan perilaku seksual sendiri. Hal ini perlu diberi penjelasan agar mereka paham risikonya,” tegasnya.

Baca juga: Rekomendasi Produk Lazartigue yang Tepat untuk Rambutmu yang Sehat dan Berkilau

Sementara itu, Wakil Ketua PAR GKI Getsemani Waena, Ibu Rosaly Latupeyrissa, menyambut positif kegiatan tersebut.

“Ini sangat baik dan penting untuk anak-anak. Selain kegiatan ini, kami juga mengadakan aktivitas lain seperti lomba-lomba untuk memperingati hari besar gereja. Remaja sangat berterima kasih kepada Ibu dokter yang telah berbagi pengetahuan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved