Kamis, 7 Mei 2026

legislator Papua Tengah

Legislator Papua Tengah Kolaborasi Dengan Skywings Berdayakan SDM Papua

Tujuannya agar anak-anak asli Papua yang sudah selesaikan penerbangan, atau yang mempunyai

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
KEBANGKITAN SDM PAPUA TENGAH - Pihak PT Skywings Aviation Indonesia bersama DPR dan Pemprov Papua Tengah melakukan pertemuan di Nabire, Jumat, (18/7/2025). Pertemuan ini untuk membahas kebangkitan sumber daya manusia (SDM) di Papua Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papuatengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Dalam rangka membangkitkan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) setempat siap berkolaborasi dengan Skywings Aviation Indonesia.

Ketua Komisi II, DPRP Papua Tengah, Anies Labene mengaku pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Skywings Aviation Indonesia, di Kantor DPRP, Jalan Pepera, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat, (18/7/2025).

Baca juga: MRP Berupaya Selamatkan SDA Yendidori Untuk Kesejahteraan Masyarakat Biak

Dalam pertemuan itu mereka membicarakan banyak hal, terutama berkaitan dengan program kerja milik Skywings Aviation Indonesia, untuk didorong ke Dinas Perhubungan Papua Tengah.

"Tujuannya agar anak-anak asli Papua yang sudah selesaikan penerbangan, atau yang mempunyai minat dalam dunia penerbangan, ataupun yang mau bekerja di bandara, bisa diperdayakan seperti tiketing, draunhendeling, evoo, dan lain sebagainya. Jadi itu yang dorong," jelas Anis kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: Asosiasi Bupati Saireri Deklarasi Pembentukan DOB Provinsi Papua Utara

DPRP mengakui bahwa di dua bandara terbesar di provinsi ini yaitu Bandara Nabire dan Bandara Mimika, minim pemberdayan terhadap orang asli Papua dan hal ini yang perlu dibehani.

"Ini menjadi tantangan kami, sehingga kami dari Bapemperda, juga akan mendukung dengan membuat regulasi yang diproteksi, tenaga profesional tenaga orang asli Papua, dan ini saya sendiri yang mengusulnya, dengan nama pemberdayaan, dan perlindungan tenaga profesional orang asli Papua, karena mereka harus diberikan tempat, di atas negerinya sendiri," tandansya.

Baca juga: Wabup Jayawijaya Ronny Elopere Tinjau Lokasi FBLB di Distrik Usilimo

Sementara, Wakil Ketua III di DPRP Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya menambahkan, Papua ini memiliki Otonomi khusus (Otsus), tapi masih banyak orang Papua yang berteriak soal Otsus ini sendiri.

"Untuk itu dengan Otsus ini maka harus memberdayakan orang asli Papua dengan potensi yang ada, agar itu menjadi peluang mereka," kata Bekies.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Makassar Terbaru Juli 2025, Cek Harga Tiket KM Sinabung

Bekie mengatakan orang asli Papua memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun mereka tidak pernah difasilitasi dengan baik. Sebagai contoh, anak asli Papua yang menyelesaikan pendidikan penerbangan di luar negeri maupun dalam negeri selalu kesulitan mencari pekerjaan dan membuat mereka terabaikan.

"Untuk itu hari ini kita bertemu, agar ke depan SDM asli Papua dapat diberdayakan dengan baik, sesuai potensi mereka masing-masing. Untuk itu kita akan membuat sebuah regulasi agar dengan sejumlah ketentuan yang tertuang di dalamnya, bisa mengatur semua dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Ramalan Cuaca Jayapura Besok, Sabtu 19 Juli 2025: Abepura Hujan di Siang dan Malam Hari

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya mendukung penuh upaya yang akan dilakukan oleh DPRP Papua Tengah.

Ewonggen Kogoya mengatakan perlu adanya pengkaderan generasi muda Papua agar mereka yang melanjutkan pembangunan di waktu yang akan datang. "Untuk itu saya mau kita dapat mengkaderkan potensi yang ada," kata Ewonggen.

Baca juga: Bupati Biak Harap Bunda PAUD Ikut Mewujudkan Generasi Membanggakan

Ia mengaku sedih melihat minimnya tenaga kerja asli Papua di Bandara, misalnya di Bandara Nabire. "Hari ini di bandara Nabire, orang asli Papua yang bekerja sebagai klining servis saja tidak ada, dan itu membuat saya sangat sedih, untuk itu saya akan terus mendukung rencana yang telah disusun oleh DPR dan pihak Skywings Aviation Indonesia," katanya.

Sementara, CEO sekaligus pendiri, PT Skywings Aviation Indonesia, Marcello Rizky Anggara Putra Sukirdja mengatakan, pada dasarnya perusahaan mereka mewadahi semua tenaga kerja yang masih belum terserap di maskapai.

Baca juga: Kasus Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Nabire, 20 Anggota Dewan Diperiksa

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved