Hari Anak Nasional
Pemkab Jayapura Gelar Layanan Gratis, Utamakan Pendidikan Anak Usia Dini
Wonda menyakini pendidikan usia dini lewat pembangunan karakter membentuk anak berpotensi cerdas dan berahlak baik.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar pelayanan gratis berupa cek kesehatan, donor darah, pemberian vitamin A, lomba menyanyi, peragaan busana, menari, serta bantuan bahan makanan kepada anak stunting.
Ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025.
Rangkaian kegiatan itu digelar di lapangan upacara Kantor Bupati Jayapura, di Gunung Merah, Sentani, Distrik Sentani, pada Rabu (23/7/2025).
Kegiatan itu bertemakan 'Anak Hebat Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2025' dengan tema daerah 'Anak Indonesia Bersaudara'.
Baca juga: Serapan Anggaran Pemkab Jayapura Masih Renda, Bupatri Yunus Wonda Serahkan Laporan Keuanganke DPRD
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan Hari Anak Nasional 2025, pemerintah berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah.
Selain itu, memutus kesejangangan pendidikan di wilayah pelosok, hingga mengatasi ketersediaan guru.
Prioritas itu untuk membangun rantai pendidikan sejak usia dini (Paud) hingga SMA tidak terputus.
Program pendidikan 2026, kata Wonda, pemerintah beri perhatian khusus bagi anak-anak PAUD di wilayah perkotaan, distrik, hingga kampung.
"Tanggung jawab pemerintah daerah menyiapkan fasilitas mereka [siswa] lebih baik karena pendidikan itu dimulai dari dini," ujarnya.
Wonda menyakini pendidikan usia dini lewat pembangunan karakter membentuk anak berpotensi cerdas dan berahlak baik.
"Kalau dari Paud ini sudah bisa menanamkan dijarkan kedisiplinan, ketaqwaan, saya yakin kedepan mereka jadi anak yang punya potensi untuk [bangun] bangsa dan negara," ujarnya.
Baca juga: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Dipalang, Wakil Bupati Bereaksi
Wonda juga berkomitmen agar tidak ada anak putus sekolah di Kabupaten Jayapura.
Karena itu, pemerintah mulai mendata akibat anak putus sekolah, apakah orangtua tidak mampu, atau pengaruh dari lingkungan sekitar.
"Kami akan melihat SD, SMP, SMA, kami akan melihat kembali putus sekolah karena apa, apa karena orangtua tidak mampu, atau [pengaruh] narkoba," ujarnya.
Momentum HAN, merupakan momen pemerintah daerah melihat perkembangan anak di Kabupaten Jayapura mulai dari akses, fasilitas, dan sarana prasarana dalam proses belajar mengajar.
Wonda berharap keterlibatan pihak lain ikut meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Jayapura. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Yunus-Wonda-saat-memberi-Vitamin-A-kepada.jpg)