Sabtu, 9 Mei 2026

TNI di Distrik Ibele

DPR Papua Pegunungan Minta TNI di Ibele Tidak Mengusik Masyarakat

Saya tegaskan bahwa saya ketua DPR provinsi Papua Pegunungan, wakil bupati juga orang sini, bahkan bupati berasal dari wilayah ini.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
DISKUSI LEGISLATOR PAPUA - Ketua DPR Provinsi Papua Pegunungan, Yos Elepoere, melakukan diskusi dengan Wadan Pos Satgas Yonif 644, Febrian di depan Pos TNI di Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya, Jumat, (1/08/2025). Kunjungan ini dilakukan karena sejumlah warga di sana merasa tidak nyaman dengan keberadaan pos TNI. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Pegunungan, Yos Elepoere, melakukan kunjungan langsung ke aparat TNI yang bertugas di wilayah Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya.

Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang merasa terganggu oleh keberadaan aparat di wilayah tersebut.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua Pegunungan Dukung Layanan Sriwijaya Air, Minta Pengendalian Penduduk Diatur

Menurut Yos, kehadiran aparat TNI di wilayah pemukiman tidak seharusnya menghambat aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari. 

Ia meminta agar aparat lebih memahami kehidupan sosial masyarakat setempat yang sering beraktivitas di malam hari, seperti berdiskusi atau berkumpul bersama keluarga di sekitar rumah yang tersebar di antara perbukitan.

Baca juga: Gelapkan Pengadaan APK Prabowo-Gibran, Politisi Gerindra Manokwari Selatan Tersangka Penipuan

“Masyarakat di sini tinggal di antara gunung dan perbukitan. Kalau malam hari mereka biasa mengopi, berdiskusi, lalu kembali ke rumah. Itu hal yang biasa mereka lakukan. Jangan sampai salah paham dan salah tangkap orang. Mereka semua saling kenal dan adalah keluarga,” tegas Yos di hadapan aparat di Depan Kantor Distrik Ibele yang di jadikan Pos Militer Kabupaten Jayawijaya, Jumat, (10/08/2025).

Yos juga menyampaikan bahwa meski ada aspirasi warga untuk menarik pasukan TNI dari wilayah itu, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut kebijakan negara.

Baca juga: Pemprov Papua  Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih Untuk Masyarakat

“Saya tegaskan bahwa saya ketua DPR provinsi Papua Pegunungan, wakil bupati juga orang sini, bahkan bupati berasal dari wilayah ini. Kami bisa menjaga keamanan. Jadi kalau ada isu-isu lain, kami menjadi penjamin. Tolong sampaikan ini ke atasan,” katanya.

Meski menegur, Yos tetap menyampaikan terima kasih atas keberadaan TNI yang selama ini menjaga wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan agar aparat tidak memasuki permukiman dan tidak melakukan tindakan yang menyinggung masyarakat, termasuk menanyakan soal keberadaan Egianus Kogoya.

Baca juga: BP3OKP Sebut Daya Serap Anggaran Otsus di Papua Tengah Lambat

“Masyarakat tidak terlibat dengan mereka (Egianus). Jadi, jangan masuk ke dalam permukiman dan bertanya soal hal-hal yang bukan urusan warga. Di sini juga ada tempat-tempat keramat, ada pohon itu bagian dari budaya masyarakat. Tolong dihargai. Kalau ingin masuk atau mengambil sesuatu, silakan izin dulu,” ujar Yos.

Sementara itu, Wadan Pos Satgas Yonif 644, Febrian, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan perintah.

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 55: Soal 1

"Banyak masyarakat yang lewat di depan pos saat malam. Kami hanya menyapa, bahkan salaman pun tak bisa karena memang sudah jadi kesepakatan bersama. Kami ada di sini atas perintah, dan ketika waktunya kembali, itu pun atas perintah,” jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved