Prof Penyakit Menular Ungkap Kondisi Kapal Pesiar yang Terpapar Virus Corona: Menyeramkan sekali
Ternyata antisi pencegahan penyakit menular yang dilakukan kementerian kesehatan Jepang di dalam kapal pesiar luks Diamond Princess selama ini kacau.
TRIBUNPAPUA.COM - Ternyata antisi pencegahan penyakit menular yang dilakukan kementerian kesehatan Jepang di dalam kapal pesiar luks Diamond Princess (DP) selama ini kacau balau.
Tak heran setiap hari banyak yang terinfeksi.
"Tanggal 18 Februari saya naik ke dalam kapal DP sebagai anggota DMAT (Disaster Medical Assistance Team) dan menemukan banyak hal yang menyeramkan sekali tak pernah saya alami sebelumnya," papar Prof. Kentaro Iwata Universitas Kobe yang juga anggota DMATdalam videonya 18 Februari malam.
• Pandangan Rocky Gerung soal Asal Muasal Virus Corona di China: Pasti Menyimpan Banyak Rahasia
Iwata yang punya pengalaman ke 20 lokasi ke berbagai negara seperti Afrika dan China untuk penanganan malaria, SARS maupun Ebola mengakui tidak pernah setakut seperti sekarang karena tahu cara antisipasinya.
"Saya sebagai spesialis penyakit menular melihat dalam kapal DP benar-benar berantakan, tidak ada pembatasan sama sekali antara daerah hijau yang tidak terinfeksi dan daerah merah yang terinfeksi. Semua bercampur jadi satu sama lain," tambahnya.
Dilihatnya pula bahwa penumpang, kru, petugas ada yang pakai masker kada ada yang tak pakai masker, lalu makan dan minum juga tercampur tidak jelas, tampak bebas, ceritanya lagi.
"Saya sangat berharap ahli internasional datang meninjau DP juga berupa kelompok sehingga bis atahu yang sebenarnya terjadi di kapal pesiar itu," lanjutnya.
Mengingat tercampur baur semuanya tak ada kejelasan daerah terinfeksi dan yang tidak terinfeksi, kontaminasi satu sama lain, tidak heran setiap hari banyak yang positif terinfeksi Virus Corona.
"Tidak heran tiap hari banyak yang terinfeksi Virus Corona atau covid-19. Menyeramkan sekali suasana di dalam kapal DP tersebut," tekannya lagi.
• Manfaatkan Kelangkaan Masker Efek Virus Corona, Wanita Ini Menipu dan Untung Rp 11,2 Juta

Profesor Jepang tersebut melihat banyak tempat di dalam kapal DP itu, namun akhirnya kegiatannya dibatasi oleh petugas lain karena dianggap bukan tempatnya.
"Saya ikut saja yang diperintahan atasan tetapi akhirnya sore hari sekitar jam 5 sore saya dikeluarkan oleh salah satu pimpinan dan petugas yang memanggil dan meminta saya untuk ikut dalam tim akhirnya minta maaf atas kejadian tersebut," paparnya.
Di mana-mana selama ini menurutnya tidak pernah takut karena tahu bagaimana melindungi diri melakukan kontrol atas penyebaran infeksi.
"Tetapi di kapal DP saya lihat sendiri yang terjadi, mengerikan yang terjadi karena kita tidak tahu di mana ada virus di mana tidak ada. Semua bagian semua tempat tercampur baur tidak ada pembatasan."
• Dua Pekan Dirawat di RS, WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh
Tamnpaknya, tambahnya, tidak ada spesialis Polymerase chain reaction (PCR) di kapal tersebut.
"Saya direkrut karena kekurangan tenaga spesialis untuk pengawasan dan kontrol wabah virus di atas kapal DP. Namun tampaknya ada pihak yang tidak senang dengan saya maaf saya tak bisa sebutkan di sini sehingga berusaha agar saya tidak naik ke kapal DP. Namun akhirnya saya berhasil diperbolehkan naik ke kapal DP dan melihat banyak hal yang menyeramkan itu," tambahnya.