Kamis, 7 Mei 2026

YPMAK

Masyarakat Keakwa Pertahankan Pengurus Pokja demi Kelancaran Program YPMAK 2026

Program Kampung YPMAK yang dijalankan dalam rangka peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat kampung tersebut, melibatka

Tayang:
Tribun-Papua.com
EKONOMI YPMAK - Tim YPMAK saat melakukan sosialisasi Program Kampung Tahun 2026 bersama aparat kampung dan masyarakat di Kampung Kekwa Lama, Distrik Mimika Tengah, Selasa (10/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga sepakat mempertahankan pengurus Pokja lama untuk melanjutkan program pemberdayaan kampung. 

Ringkasan Berita:
  • YPMAK menggelar sosialisasi Program Kampung Tahun 2026 di Kampung Kekwa Lama, Distrik Mimika Tengah. 
  • Dalam pertemuan tersebut, masyarakat sepakat mempertahankan pengurus Pokja lama untuk melanjutkan program, meski sebagian pengurus masih berada di kota. 
  • Program tetap berjalan dengan total anggaran Rp300 juta serta rencana tambahan program pengembangan kelapa untuk produksi minyak kelapa murni (VCO).

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menggencarkan pelaksanaan program kampung di wilayah Kabupaten Mimika.

Program Kampung YPMAK yang dijalankan dalam rangka peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat kampung tersebut, melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Misalnya sejak awal pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) program ini.

Pada Selasa, (10/3/2026) Tim pengurus Program Pemberdayaan YPMAK mulai melaksanakan sosialisasi serta pembentukan Pokja Tahun 2026 di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tim YPMAK yang terdiri dari Febri Sianipa, Julius Cenawatme dan Dwi Iksan Kanang serta staf admin wakil ketua pengurus perencanaan program Johanes Isak Baransano.

Baca juga: Bupati Angkut Pimpinan OPD ke Piaynemo Demi Sulap Biak Seperti Raja Ampat

Dalam pertemuan bersama aparat kampung dan masyarakat, disampaikan adanya kendala terkait keberlanjutan tim Pokja yang selama ini menangani program kampung. Hal ini karena Ketua, Sekretaris, Bendahara dan satu anggota Pokja saat ini sedang berada di kota.

Meski demikian, masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan sepakat untuk tetap mempertahankan pengurus lama agar program yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan.

sakdsakjdas
EKONOMI YPMAK - Tim YPMAK saat melakukan sosialisasi Program Kampung Tahun 2026 bersama aparat kampung dan masyarakat di Kampung Kekwa Lama, Distrik Mimika Tengah, Selasa (10/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga sepakat mempertahankan pengurus Pokja lama untuk melanjutkan program pemberdayaan kampung.

Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang menjelaskan, apabila tim lama tetap dilanjutkan, maka proses penandatanganan dokumen dapat dilakukan di kota setelah para pengurus tersebut kembali.

“Kalau bapak-bapak sepakat tim ini tetap dilanjutkan, saya bisa kembali ke kota untuk meminta tanda tangan mereka. Tetapi kalau belum ada kesepakatan, maka sementara kita tahan dulu dan nanti kita diskusikan kembali setelah mereka kembali,” ujar Dwi Iksan.

Baca juga: Meski Pagi Cerah, BMKG Prediksi 13 Distrik di Mimika Berpotensi Hujan Ringan

Ia menambahkan, secara umum tidak ada perubahan dalam rencana anggaran kegiatan program kampung. Total anggaran tetap sebesar Rp300 juta dengan jumlah kampung penerima yang juga masih sama seperti sebelumnya.

Namun demikian, kata Iksan, terdapat usulan tambahan dari pengurus YPMAK, termasuk dari Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka, agar dalam program pekerjaan pesisir ke depan mulai dimasukkan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Menurutnya, mulai tahun ini diharapkan sudah ada kegiatan awal yang mendukung pengembangan tersebut, seperti penanaman kelapa, pembukaan lahan, maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan produksi kelapa.

“Minimal dari anggaran sekitar Rp240 juta itu bisa disisihkan sekitar Rp10 juta untuk kegiatan pengembangan kelapa. Ini sebagai langkah awal supaya ke depan kita bisa produksi minyak kelapa yang mungkin bisa dijual atau dipasarkan keluar,” jelasnya.

Ia juga menilai potensi kelapa dan kopra di wilayah pesisir cukup baik untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Karena itu, program tersebut diharapkan dapat berjalan secara bertahap setiap tahun.  

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni JakartaJayapura Maret 2026, Ada KM Gunung Dempo dan KM Ciremai

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved