Minggu, 19 April 2026

Keracunan MBG

7 Orang di Nabire Diduga Keracunan MBG, Saus Makanan Jadi Sorotan

Menurut informasi yang dihimpun, ketujuh korban berasal dari institusi pendidikan yang berbeda, yakni tiga guru dan dua siswa dari TK

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
KERACUNAN MBG - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem saat memberi keterangan soal 7 orang yang diduga keracunan MBG di Nabire kepada awak media, Sabtu, 14/3/2026). Marsel mengatakan, dokter menduga penyebabnya adalah saus makanan. 
Ringkasan Berita:
  • Insiden: 7 guru dan siswa di Nabire dirawat setelah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Gejala: Korban mengalami diare, muntah, dan pusing usai mengonsumsi makanan tersebut.
  • Dugaan: Dokter mencurigai saos makanan sebagai pemicu keracunan.
  • Tindakan: Badan Gizi Nasional akan mengevaluasi total dapur penyedia agar kejadian tidak terulang.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi sorotan setelah diduga menjadi penyebab utama 7 orang keracunan.

Korban yang terdiri dari guru dan siswa tersebut langsung menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.

​Menurut informasi yang dihimpun, ketujuh korban berasal dari institusi pendidikan yang berbeda, yakni tiga guru dan dua siswa dari TK Grasia, satu siswa dari SMP Negeri 7, dan satu siswa dari SD Inpres Waharia.

Para pasien tersebar di beberapa titik perawatan yakni, satu orang di RSUD Nabire, satu orang di Klinik Greli, dan lima orang lainnya dirawat di Klinik Alfa setelah sebelumnya sempat dibawa ke Klinik Rihensa.

Sekolah-sekolah itu dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lany, selaku unit dapur pusat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Astra Motor Papua Layani Special Service ke Rumah Konsumen Loyal Honda di Jayapura

SPPG ini juga melayani 14 sekolah lainnya di Distrik Teluk Kimi dengan banyak penerima manfaat 1.892 jiwa yang mencakup siswa dan tenaga pendidik.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan penyaluran MBG di wilayah Kampung Lani sebenarnya telah dimulai sejak Rabu lalu.

Sementara, gangguan kesehatan mulai dirasakan para korban pada tengah malam sekitar pukul 00.00 WIT.

​"Gejala yang dirasakan seragam, yakni diare, muntah, dan pusing. Para korban sempat mencari perawatan ke rumah sakit yang saat itu penuh, hingga akhirnya mendapatkan penanganan di klinik-klinik terdekat," kata Marsel kepada awak media, Sabtu, (14/3/2026).

Marsel mengatakan pihak medis masih melakukan observasi mendalam terkait penyebab pasti. Namun berdasarkan koordinasi awal dengan dokter, diagnosis sementara menunjukan adanya bakteri yang mengganggu sistem imun tubuh korban.

Baca juga: Bupati Biak dan Trash Hero Kompak ke Pasar Bosnik Demi Laut yang Terancam

"Dokter menyampaikan daya tahan tubuh tiap orang berbeda. Inilah mengapa tidak semua siswa mengalami gejala serupa meskipun mengkonsumsi menu yang sama. Saat ini, fokus medis adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian cairan, sembari menunggu pemeriksaan darah dan hasil uji laboratorium," jelasnya.

​MBG yang dibagikan terdiri dari beberapa bahan yang dokter menduga tidak mungkin memberikan reaksi itu, misalnya sayur dan telur. ”Tapi dokter menduga pasti saus makanan sebagai penyebabnya, untuk itu soal menu akan kita perbaiki dan hal-hal seperti ini tidak lagi kita berikan," ujarnya.

Marsel mengatakan insiden tersebut sudah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional Pusat, sehingga dapur penyedia MBG tersebut akan segera dievaluasi secara total agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved