MBG di Nabire
Kisah Eplonika Tipagau Temukan Harapan Baru Lewat Program MBG di Nabire
"Jadi setiap hari saya tanam keladi, ubi, pisang dan lain sebagainya," kata Eplonika dengan tatapan mata yang menyimpan jejak-
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Menurut Eplonika, dari program MBG, dia mendapatkan kepastian hidup, dan tidak lagi harus bergantung pada cuaca atau ramainya pasar karena telah memiliki pekerjaan tetap.
Sementara gaji yang diterima setiap bulan menjadi penyambung nyawa bagi keluarganya dengan membeli beras, minyak goreng, serta membiyai sekolah anaknya yang masih SD.
"Saya berharap MBG terus berjalan karena sangat membantu kami. Dari MBG, kita bisa kerja dan dapat gaji," ujarnya.
Baca juga: Astra Motor Sorong Gelar Servis Kunjung di BP2IP Demi Manjakan Pekerja
Dengan pengalaman ini maka suara Eplonika sebagai suara hati ribuan mama-mama Papua lainnya.
Di balik senyum tipisnya saat bekerja, tersimpan ketakutan luar biasa jika program ini berhenti.
Bagi dia, MBG bukan sekadar makanan gratis bagi anak sekolah, melainkan jaminan bahwa ia tidak akan kembali ke kebun dengan tangan kosong, dan anak-anaknya tidak akan lagi menatap piring kosong di meja makan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/msmso099708bmgnabre.jpg)