Kisah Inspirasi Anak Papua
Mahasiswa Yahukimo Lulus S1 Berkat Usaha Roti Bakar, Jadi Inspirasi di Wisuda Uncen
1.039 lulusan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan pada kesempatan ini. Suasana auditorium penuh dengan semangat da
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura kembali menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Lulusan Periode III Tahun 2025 di Auditorium Uncen Abepura, Kota Jayapura, Kamis (28/8/2025).
1.039 lulusan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan pada kesempatan ini. Suasana auditorium penuh dengan semangat dan sukacita, karena setiap toga yang dikenakan para wisudawan adalah simbol dari perjuangan panjang, kerja keras, dan doa dari keluarga.
Baca juga: BMKG Prediksi Seluruh Distrik di Kabupaten Mimika Berawan Hari Ini
Tapi, di antara ribuan wajah bahagia itu, terdapat satu kisah inspiratif yang begitu menyentuh hati. Kisah seorang anak muda pegunungan Papua, dari Kabupaten Yahukimo, yang membuktikan keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah.
Ia adalah Melkianus Pase, S.Pd, putra dari Distrik Pasema, Yahukimo, yang berhasil menyelesaikan studi dan menyandang gelar sarjana pendidikan.
Baca juga: Lapas Serui MoU Dengan 6 Dinas Untuk Perkuat Program Pembinaan
Melkianus bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Sejak awal kuliah di tahun 2021, ia menyadari bahwa untuk bisa bertahan di Jayapura, ia harus berjuang dengan caranya sendiri. Kesempatan itu datang ketika ia berjumpa dengan Nelson Wanimbo, seorang pemuda Papua yang lebih dulu membuka usaha kecil-kecilan, berjualan roti bakar di depan Asrama Mimika Waena.

“Saya lewat di Waena, lihat kakak Nelson setiap hari jualan. Saya tertarik dan langsung minta izin ikut jualan. Puji Tuhan, beliau menerima saya dengan tangan terbuka. Dari situlah saya mulai ikut usaha roti bakar sampai hari ini bisa diwisuda,” ungkap Melkianus saat ditemui Tribun-Papua.com seusai acara wisuda.
Baca juga: Lomba Baca Puisi Digelar di Aikima Jayawijaya, Begini Pesan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah
Selama hampir empat tahun, Melkianus membagi waktunya antara kuliah dan berdagang. Siang hari ia duduk di ruang kuliah, sementara malam hari ia sibuk melayani pembeli di lapak sederhana Roti Bakar Kompak, komunitas usaha kecil yang menjadi sandaran hidupnya.
“Kalau malam, saya sering pulang larut. Tapi saya selalu ingat tujuan saya: harus selesai kuliah. Kalau tidak, saya sia-siakan pengorbanan keluarga di kampung,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga: DPRK Jayawijaya Evaluasi Disbudpar dan Panitia Festival Budaya Lembah Baliem
Kisah perjuangan ini menjadi pesan kuat bagi generasi muda Papua, khususnya mahasiswa dari daerah pegunungan yang datang merantau ke kota dengan segala keterbatasan.
“Kita jangan putus asa karena orang tua tidak punya uang atau jabatan. Kita juga bisa sukses kalau mau bekerja keras. Saya berdiri di sini karena usaha kecil-kecilan. Itu bukti bahwa kita bisa berdiri di atas kaki sendiri,” pesan Melkianus.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak Papua harus berani menguasai ekonomi di tanah sendiri.
“Kalau bisa, mari kita rebut kembali perekonomian di tanah Papua dengan cara yang benar, lewat usaha-usaha yang kita bangun sendiri. Jangan selalu bergantung,” kata pria ini.
Baca juga: Ricuh di Kota Sorong, Polda Papua Barat Kirim 100 Personel Brimob: Cek Situasi Terkini
Usai mengikuti prosesi wisuda, Melkianus tidak memilih merayakan keberhasilannya di restoran mewah atau pesta besar. Ia justru kembali ke tempat yang menjadi saksi perjuangannya lapak sederhana Roti Bakar Kompak di depan Asrama Mimika, Waena.
Pada malam hari, Kamis (28/8/2025), sore 18.23 - 21.05 WIT Melkianus membagikan roti bakar gratis kepada anak-anak jalan hingga orang dewasa di sekitar asrama. Senyum bahagia terlihat dari wajah mereka yang menerima roti bakar hangat itu.
“Ini bentuk syukur saya. Dari roti bakar saya bisa sekolah, jadi saya rayakan kelulusan dengan bagikan kembali roti bakar untuk orang-orang di sekitar. Semoga ini jadi berkat untuk mereka,” ucapnya tulus.
Baca juga: Dipindahkan ke Makassar, 4 Terdakwa Makar Asal Papua Barat Daya Menjalani Sidang Perdana
Aksi sederhana itu menjadi penutup manis dari perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa. Sebuah perayaan yang bukan hanya merayakan gelar akademik, tetapi juga merayakan semangat kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian.
Kini, dengan toga di pundaknya, Melkianus tidak hanya membawa pulang gelar Sarjana Pendidikan, tetapi juga membawa pulang sebuah cerita inspiratif. Cerita bahwa sebuah usaha kecil jualan roti bakar di pinggir jalan bisa mengantarkan seorang anak muda Papua berdiri sejajar dengan ribuan sarjana lainnya.
“Semua ini berkat Tuhan dan dukungan orang-orang baik, terutama kakak Nelson yang sudah menjadi keluarga kedua bagi saya. Tanpa beliau, mungkin saya tidak bisa berdiri di sini hari ini,” kata Melkianus mengenang kebaikan Nelson.
Baca juga: 125 Petugas Anti Sampah Plastik Mulai Bekerja, Pemkot Jayapura Upayakan Kebersihan Jadi Budaya
Ia berharap, kisahnya menjadi api semangat bagi banyak mahasiswa Papua yang sedang berjuang dalam keterbatasan.
“Kalau saya bisa, saya percaya banyak anak Papua lain juga bisa. Jangan pernah menyerah. Pendidikan adalah kunci untuk masa depan kita semua,”katanya.
Sementara itu, Ketua Senat Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan.

“Setelah keluar dari kampus ini, mereka harus terus belajar. Lingkungan selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Kalau berhenti belajar, maka mereka akan tertinggal,” ujar Prof. Kambuaya.
Ia juga menekankan peran penting lulusan Uncen sebagai motor penggerak pembangunan, bukan sekadar pencari kerja.
“Kami berharap para alumni kembali ke daerah masing-masing dan menjadi orang-orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Dengan skill yang sudah diperoleh, mereka bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Itu baru sarjana yang memiliki arti,” pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
Mahasiswa Uncen 2025
mahasiswa uncen
alumni mahasiswa Uncen
Kisah Inspirasi di Papua
Melkianus Pase S Pd
Distrik Pasema di Yahukimo
517 kampung di Yahukimo
Info Kabupaten Yahukimo
Info Wamena
Kabupaten Jayawijaya
Jadwal Kapal Pelni Makassar-Jayapura September 2025, Harga Tiket Mulai Rp954 Ribu |
![]() |
---|
KAPP Serahkan 500 Ekor Ayam Untuk Dukung OAP Biak Jadi Tuan di Negerinya |
![]() |
---|
BPKAD Supiori Minta OPD Manfaatkan Dana Transfer Pusat Dengan Baik |
![]() |
---|
Lomba Baca Puisi Digelar di Aikima Jayawijaya, Begini Pesan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah |
![]() |
---|
DPRK Jayawijaya Evaluasi Disbudpar dan Panitia Festival Budaya Lembah Baliem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.