Kamis, 7 Mei 2026

OTK Serang Guru di Yahukimo

Senator Sopater Sam Kecam Pembunuhan Guru Melanie di yahukimo: Luka Bagi Pendidikan Papua

Sopater mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap serta mengadili pelaku seberat-beratnya.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam menyampaikan pendapat foto Humas DPD RI. 

Laporan Wartawan Tribun Papua Yulianus Magai

TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA - Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, mengecam keras tindakan keji yang menewaskan seorang guru bernama Melanie Wamea di Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Menurutnya, peristiwa tragis ini bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga almarhumah, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi dunia pendidikan di Tanah Papua.

“Saya sangat mengecam tindakan kriminal itu, yang menghilangkan nyawa seorang pendidik di daerah pelosok Papua Pegunungan,” ujar Sopater Sam kepada Tribun Papua, Rabu (16/10/2025).

Baca juga: Polisi Diminta Usut Tuntas Pembunuh Guru Melani Wamea di Yahukimo

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.

Sopater mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap serta mengadili pelaku seberat-beratnya.

“Sebagai wakil daerah di pusat, saya menyampaikan turut berduka cita atas kepergian almarhumah Ibu Guru Melanie Wamea. Saya mendesak aparat segera menangkap dan mengadili pelaku seberat-beratnya,” tegasnya.

Sopater menilai, kehilangan sosok guru seperti Melanie merupakan pukulan besar bagi pendidikan di pelosok Papua.

“Kita sangat kehilangan sosok guru yang setia mengabdi mempersiapkan SDM masa depan Papua. Saat ini tidak banyak orang yang mau bertahan di daerah terpencil, termasuk putra daerah. Hanya segelintir orang yang setia seperti almarhumah,” ungkapnya.

EVAKUASI – Jenazah Melani Wamea (31) guru di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan tiba di Bandar Udara Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menggunakan pesawat MAF dari Distrik Holuwon. Sayang nyawanya tidak bisa diselamatkan, saat tiba di RS Bhayangkara Kota Jayapura, Melani Wamea menghembuskan napas terakhir. 
EVAKUASI – Jenazah Melani Wamea (31) guru di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan tiba di Bandar Udara Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menggunakan pesawat MAF dari Distrik Holuwon. Sayang nyawanya tidak bisa diselamatkan, saat tiba di RS Bhayangkara Kota Jayapura, Melani Wamea menghembuskan napas terakhir.  (Tribun-Papua.com)

Ia menambahkan, dedikasi almarhumah yang telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun di wilayah terpencil adalah bentuk pengabdian luar biasa yang patut dihargai dan diteladani.

“Ini kesetiaan yang luar biasa dalam mendidik generasi Papua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sopater menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, identitas pelaku telah diketahui oleh tim investigasi.

Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

Baca juga: Kasus Kepala Kampung di Yahukimo Berlanjut: Bupati Ajukan PK Kedua ke MA, Warga Diimbau Tenang

“Kami mendesak aparat segera menangkap pelaku karena identitasnya sudah diketahui. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” katanya.

 Senator Sopater Sam menyebut tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik adalah perbuatan biadab dan tidak manusiawi yang tidak boleh dibiarkan terus terjadi di Tanah Papua.

“Ini bukan hanya duka, tapi luka bagi dunia pendidikan Papua. Kita tidak boleh membiarkan hal seperti ini terulang lagi,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved