Rabu, 29 April 2026

Info Jayapura

Seminar dan Pelantikan PERDATIN Papua, Bahas Penanganan Cepat Pasien Kritis

Dr Nickanor menekankan profesionalisme dan empati tidak boleh tergerus oleh kendala geografis maupun situasi lapangan.

Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
DILANTIK - Suasana seminar dan pelantikan pengurus PERDATIN Cabang Papua yang berlangsung di dalam ruangan Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para dokter dan tenaga kesehatan dengan agenda pembahasan penanganan cepat pasien kritis melalui penerapan Early Warning System (EWS) dan aktivasi Code Blue.  

Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai

Ringkasan Berita:
  • Ketua panitia sekaligus moderator acara, dr. Theodorus P.Y Pranoto, M.Biomed., Sp.An-TI, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan menjadi kebutuhan mendesak
  • Hal ini diwujudkan melalui penguasaan Early Warning System (EWS) dan aktivasi protokol Code Blue.


TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA — Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Papua resmi melantik kepengurusan baru pada Sabtu (11/4/2026).

Momentum ini dibarengi dengan seminar ilmiah yang menekankan penguatan sistem deteksi dini guna menekan angka fatalitas pasien kritis di fasilitas layanan kesehatan di Papua.

Ketua panitia sekaligus moderator acara, dr. Theodorus P.Y Pranoto, M.Biomed., Sp.An-TI, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan menjadi kebutuhan mendesak.

Hal ini diwujudkan melalui penguasaan Early Warning System (EWS) dan aktivasi protokol Code Blue.

Dalam sesi ilmiah, dr. Diah Widyanti, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K), memaparkan bahwa EWS merupakan instrumen vital untuk mengidentifikasi perburukan kondisi pasien secara prematur. 

Baca juga: Bupati Jayapura Tegaskan IGD RSUD Yowari Wajib Tangani Pasien Lebih Dulu, Administrasi Belakangan

Dengan pemantauan parameter klinis yang ketat, tenaga medis diharapkan mampu melakukan intervensi sebelum pasien jatuh ke fase kritis.

"Penerapan EWS di rumah sakit sangat penting untuk mencegah keterlambatan penanganan. Tenaga medis harus mampu mengenali tanda awal perburukan agar tindakan bisa diambil lebih cepat," ujar Diah di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura.

Melengkapi aspek teknis, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U, menyoroti urgensi Code Blue sebagai sistem respons cepat dalam kondisi henti jantung atau situasi yang mengancam nyawa lainnya.

Menurutnya, koordinasi antarunit, mulai dari layanan ambulans hingga ketersediaan fasilitas rujukan, menjadi kunci keberhasilan penyelamatan nyawa.

Etika dan Tanggung Jawab

Selain aspek klinis, seminar ini juga menggarisbawahi fondasi moral profesi kedokteran.

Baca juga: Pasien Meninggal, RSUD Yowari Jayapura Klaim Martina Biri Berobat Tiga Kali Pakai BPJS

Dr Nickanor menekankan profesionalisme dan empati tidak boleh tergerus oleh kendala geografis maupun situasi lapangan.

"Dokter wajib memberikan pertolongan dalam kondisi apa pun, tidak dibatasi oleh cuaca maupun lokasi. Keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak boleh ditunda," tegasnya.

Pelantikan pengurus PERDATIN Papua diharapkan dapat memperkuat peran organisasi profesi dalam menjaga standar pelayanan anestesi dan ICU di wilayah tersebut.

Sebagai wadah resmi dokter spesialis, PERDATIN berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pembinaan dan pelatihan berkelanjutan bagi para anggotanya di seluruh tanah Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved