Senin, 27 April 2026

RSUD Yowari

Dirut RSUD Yowari Janji Telusuri CCTV untuk Ungkap Kematian Mahasiswa Yahukimo

Maryen mengaku sudah menerima laporan atau keluhan pihak keluarga, terkait meninggalnya seorang mahasiswa asal Yahukimo karena diduga

Istimewa
PELAYANAN KESEHATAN - Direktur RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura, Maryen Braweri saat memberikan keterangan terkait meninggalnya pasien, Minggu, (8/3/2026). Ia berbanji akan menelusuri rekaman CCTV terkait keluhan pihak keluarga dari korban, untuk memastikan kebenaran tentang dugaan pengabaian pasien. (tangkapan layar medsos/keluarga mahasiswa). 

“Kami datang sekitar jam lima pagi untuk meminta pertolongan karena pasien dalam kondisi darurat. Tapi menurut kami penanganannya terlambat,” ujar salah satu keluarga korban dalam siaran langsung tersebut.

Keluarga juga menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya telah beberapa kali dibawa berobat ke rumah sakit tersebut.

Pada 13 Februari 2026, almarhum pertama kali datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Setelah menjalani pemeriksaan dan diberikan obat oleh tenaga medis, pasien kemudian dipulangkan.

Selanjutnya pada 4 Maret 2026, keluarga kembali membawa korban ke RSUD Yowari karena kondisi kesehatannya kembali menurun. Saat itu keluarga mengaku sempat meminta tindakan medis berupa pemasangan infus, namun menurut mereka hanya diberikan obat dan diminta menyelesaikan administrasi.

Keluarga juga menjelaskan bahwa saat itu BPJS Kesehatan milik pasien terdaftar di Wamena (Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan), sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk pelayanan di RSUD Yowari.

Baca juga: Mahasiswa Yahukimo Meninggal di RSUD Yowari, Diduga Ditelantarkan Karena Administrasi BPJS

Akibatnya, keluarga diminta untuk menyelesaikan administrasi secara mandiri di bagian administrasi rumah sakit.

“Kami tidak punya BPJS yang aktif di sini. BPJS pasien aktifnya di Wamena, jadi kami diminta urus administrasi dulu dan bayar di bagian administrasi,” ujarnya.

Pada Minggu (8/3/2026) pagi, keluarga kembali membawa korban ke rumah sakit karena demamnya semakin tinggi. Namun tidak lama setelah berada di area rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut memicu kekecewaan keluarga dan sejumlah kerabat yang berada di lokasi. Mereka meminta penjelasan dari pihak manajemen rumah sakit terkait kejadian tersebut dan menilai pelayanan medis di RSUD Yowari perlu dievaluasi.(*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved