Selasa, 19 Mei 2026

Biak Numfor

UNICEF-Dinkes Biak Usut Penyebab Imunisasi Dasar di Bawah 50 Persen

Imunisasi merupakan upaya kesehatan paling efektif untuk mencegah penyakit seperti polio, campak, difteri, dan kanker serviks. Namun hingga September

Tayang:
Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
IMUNISASI DI BIAK NUMFOR - Plh Sekda Biak Numfor, Semuel Rumakeuw didampingi perwakilan UNINCEF, dinas kesehatan Biak Numfor dan Ketua GOW Biak, Ny. Renny Haryanti Kapissa saat membuka pertemuan Evaluasi Program Imunisasi Rutin dan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) pekan kemarin. Capaian imunisasi di wilayah itu masih di bawah 50 persen. 

Ringkasan Berita:UNICEF dan Dinas Kesehatan Biak Numfor mengevaluasi program imunisasi rutin dan HPV karena cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) masih di bawah 50 persen. Plh Sekda Biak Numfor menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target baru 85–95 persen. Pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2025 untuk memperkuat pelaksanaan imunisasi, memastikan setiap anak terlindungi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - UNICEF Papua gandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor gelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi Rutin dan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) berlangsung di Swissbell Hotel Cendrawasih Biak pekan kemarin.

Pertemuan ini sebagai sebagai upaya mempercepat peningkatan cakupan imunisasi dasar serta pencegahan kanker leher rahim bagi anak perempuan.

Imunisasi merupakan upaya kesehatan paling efektif untuk mencegah penyakit seperti polio, campak, difteri, dan kanker serviks. Namun hingga September 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap di Biak Numfor belum mencapai 50 persen. 

Baca juga: Biak Numfor 100 Persen Siap Ikut TKA SMA/SMK pada November 2025

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Biak Numfor, Semuel Rumakeuw, S.H, saat membuka pertemuan menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat capaian imunisasi di daerah. 

“Pertemuan evaluasi ini sangat krusial dan strategis. Kita hadir bukan sekadar mendengar laporan, tetapi menganalisis akar masalah dan merumuskan strategi percepatan program imunisasi,” ujar Rumakeuw dalam sambutannya 

Ia menyebut dua fokus utama yakni peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) serta percepatan imunisasi HPV. 

Baca juga: Pemkab Lanny Jaya dan Kemensos Salurkan Bantuan Sembako dan PKH Tahap III Tahun 2025

Dikatakan bahwa keberhasilan program imunisasi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, termasuk PKK, tokoh agama, dan tokoh adat.

Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud N. Duwiri, S.KM,. M.Kes menambahkan bahwa cakupan imunisasi di Biak saat ini masih berada di bawah 50 persen.

"Berbicara imunisasi berarti berbicara tentang bagaimana kita menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Imunisasi bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga tanggungjawab semua pihak baik pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk meningkatkan capaian imunisasi,” jelasnya.

Daud berharap dengan dukungan semua pihak, cakupan imunisasi bisa meningkat hingga 85–95 persen. Sementara itu, jumlah anak yang sudah mendapatkan imunisasi sekitar 3.000 lebih anak di ratusan kampung.

Baca juga: LIVE STREAMING Persipura Jayapura vs PSS Sleman: Bentrok Sengit Berlangsung, Ramai Rumakiek Tajam

"Kami berharap para orang tua aktif membawa anaknya ke posyandu agar imunisasi dasar lengkap bisa mencapai 100 persen,” ujarnya

Sementara itu, Perwakilan UNICEF Papua, dr. Husni Mustaqqin, menyampaikan bahwa UNICEF berkomitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak imunisasi.

"Kami dari UNICEF mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari perlindungan kesehatan,” tandasnya.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkab Jayapura Bakal Salurkan Beras 430 Ton 

Bupati Kabupaten Biak Numfor sebelumnya telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi sebagai dasar penguatan pelaksanaan imunisasi hingga ke tingkat distrik dan kampung.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved