Sabtu, 9 Mei 2026

Pemkab Biak Numfor

BPBD Biak Numfor Latih Aparatur dan Relawan Identifikasi Risiko dan Mitigasi Bencana

Hal itu disampaikannya dalam pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang diikuti aparatur BPBD, relawan

Tayang:
Tribunnews.com/Fiona Sihasale
BPBD BIAK - Kepala BPBD Biak Numfor, Papua, Lot Yensenem (kanan) bersama Pelaksana Harian Sekda Biak Numfor, Semuel Rumakeuw (kiri) saat membuka pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, Rabu (26/11/2025). Pelatihan tersebut diikuti Aparatur BPBD, relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas di Biak.  
Ringkasan Berita:
  • BPBD Biak Numfor gelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang diikuti aparatur BPBD rawan kebencanaan tokoh masyarakat serta perwakilan komunitas yang ada di Kabupaten Biak Numfor. 
  • Kepala BPBD Biak, Lot Yensenem menjelaskan bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep penanggulangan bencana, kemampuan mengidentifikasi risiko dan ancaman.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Biak Numfor, Provinsi Papua, Lot Yensenem, menyebut pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam upaya penanggulangan bencana. 

Hal itu disampaikannya dalam pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang diikuti aparatur BPBD, relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas, di Gedung Yasukabi Biak, Rabu, (26/11/2025)

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep penanggulangan bencana, kemampuan mengidentifikasi risiko dan ancaman, serta memberikan keterampilan teknis terkait mitigasi struktural dan nonstruktural. 

Baca juga: Aryoko Rumaropen Tiba di Yapen, Wakil Gubernur Papua Resmikan IGD Rumah Sakit Serui

Selain itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam upaya penanggulangan bencana.

“Selain untuk kapasitas aparatur dan relawan agar memahami konsep penanggulangan bencana, mampu mengidentifikasi risiko, serta memiliki keterampilan mitigasi, kami juga ingin memperkuat koordinasi antarinstansi,” ujar Lot Yensenem.

Ia mengatakan siklus penanggulangan bencana terdiri atas tiga fase, yaitu pra-bencana, tanggap darurat dan pascabencana. Pada fase pra-bencana dilakukan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan.

Baca juga: Mahasiswa Paniai di Jayapura Tegaskan 14 Poin Sikap: Tolak DOB, PSN, dan Militerisasi di Tanah Papua

Dalam fase tanggap darurat, fokus utama adalah menyelamatkan diri dan memastikan keselamatan sebelum membantu orang lain. Sementara dalam fase pascabencana, langkah yang dilakukan meliputi pemulihan kondisi masyarakat melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.

Lot menjelaskan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat. Upaya pencegahan dan mitigasi dilakukan sebelum bencana terjadi, antara lain melalui penataan ruang, pembangunan infrastruktur tahan bencana, edukasi masyarakat, penyebaran informasi, serta penguatan sistem peringatan dini.

Langkah-langkah tersebut bertujuan meminimalkan dampak kerugian, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kesiapsiagaan di masyarakat.

Baca juga: Institut Pertambangan Nemangkawi, Jadi Bukti Keseriusan PTFI Meningkatkan SDM Papua

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Biak Numfor, Semuel Rumakeuw mengakui bahwa kondisi geografis dan alam Biak Numfor memiliki potensi risiko terhadap berbagai jenis bencana, baik alam maupun non-alam. 

"Karena itu, upaya preventif dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting," Ujar Rumakeuw

Ia berharap para peserta bisa memahami potensi risiko bencana di lingkungan masing-masing, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan dan mitigasi, serta membangun koordinasi yang baik antarunsur masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Baca juga: Mengapa Dana Otsus Papua Triliunan Rupiah Gagal Selamatkan Nyawa Perempuan OAP Saat Melahirkan?

"Pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan daerah dan membentuk sumber daya manusia yang mampu merespons bencana dengan cepat dan tepat," tutup Rumakeuw.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved