Sabtu, 9 Mei 2026

Sosok

Boaz Solossa dan Sumpah Pemuda di Lapangan Hijau

Boci percaya sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan, persaudaraan, dan rasa memiliki terhadap tanah air.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Boaz Solossa, legenda timnas Indonesia dan bintang sepak bola asal Papua. 

Ia menjadi cermin bagi generasi muda Persipura: tangguh, rendah hati, dan setia pada nilai-nilai perjuangan.

Di usianya yang tak lagi muda, Boaz masih berlari dengan energi dan semangat yang sama seperti ketika ia pertama kali mengenakan seragam merah-hitam, medio 2004-2005.

Bedanya, kini, ia tak hanya bermain untuk mencetak gol. Boci sapaan akrabnya bermain untuk menyalakan semangat bagi yang datang setelahnya.

Kemenangan itu pun disambut penuh syukur oleh Pelatih Kepala Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan..

Jurnalis Tribun Papua, Yulianus Magai (kanan) memberikan buku karyanya kepada sang idola, legenda timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, Boaz Salosa (kiri) di Stadion Mandala Jayapura. (dok. Pribadi)
Jurnalis Tribun Papua, Yulianus Magai (kanan) memberikan buku karyanya kepada sang idola, legenda timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, Boaz Salosa (kiri) di Stadion Mandala Jayapura. (dok. Pribadi) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

“Puji Tuhan, hari ini kami diberikan kemenangan lagi. Saya ucapkan selamat untuk semua pemain yang sudah berjuang dan bekerja keras."

"Terima kasih juga kepada seluruh suporter, baik yang hadir di stadion maupun yang mendukung dari jauh," ujar Coach RD, sapaan akrabnya.

Bagi pelatih berpengalaman itu, kemenangan Persipura bukan hanya hasil dari taktik atau strategi, tetapi buah dari mental bertanding luar biasa.

“Saya selalu tekankan ke pemain, ini bukan soal tinggi atau besar tubuh, tapi soal tingginya mental dan keberanian. Hari ini mereka menunjukkan karakter itu di lapangan," ujarnya.

Karakter dimaksud itu tumbuh dari semangat yang telah lama menjadi ciri khas Papua, yaitu keberanian menghadapi tantangan.

Semangat pantang menyerah, dan solidaritas di antara sesama pemain.

Nilai-nilai itu sejalan dengan makna Sumpah Pemuda. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu.

Meski puas dengan hasil pertandingan, RD tetap menilai masih ada hal yang perlu dievaluasi.

“Seharusnya kita bisa menambah gol kalau lebih tenang di depan gawang. Tapi secara keseluruhan saya sangat mengapresiasi kerja keras mereka,” ungkapnya.

Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu juga memuji performa Febrianto Uopmabin, pencetak gol tunggal dalam laga tersebut.

“Febrianto punya shooting dan visi bermain yang bagus. Kami sepakat memajukan posisinya supaya dia lebih leluasa berkreasi, dan hasilnya langsung terlihat hari ini," ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved