Jumat, 8 Mei 2026

Sosok

Boaz Solossa dan Sumpah Pemuda di Lapangan Hijau

Boci percaya sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan, persaudaraan, dan rasa memiliki terhadap tanah air.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Boaz Solossa, legenda timnas Indonesia dan bintang sepak bola asal Papua. 

Dalam tim yang semakin muda usianya, Boaz adalah Panutan.

Ia memikul beban sebagai pemain senior, mentor, sekaligus penjaga warisan Persipura. Klub yang tidak hanya membesarkan banyak talenta, tapi juga membentuk karakter anak-anak Papua.

“Saya selalu bilang ke adik-adik, kita harus belajar dari setiap pertandingan. Masih banyak hal yang perlu dievaluasi supaya kita lebih baik lagi ke depan,” kata Boaz.

Ucapan itu mengingatkan pada nilai-nilai Sumpah Pemuda yang diikrarkan 97 tahun silam.

Di tengah keterbatasan, para pemuda Indonesia berani bermimpi besar. Mereka berjanji untuk bersatu.

Begitu pula Boaz dan rekan-rekannya di Persipura. Mereka terus belajar, berjuang, dan menolak menyerah, meski sering kali berhadapan dengan tantangan berat di dalam maupun di luar lapangan.

Baca juga: Rahmad Darmawan Puji Mental Pemain Persipura Jayapura: Bukan Soal Postur, Tapi Keberanian

Bagi Boaz, sepak bola bukan sekadar olahraga. Itu adalah ruang pembuktian bahwa anak Papua bisa berdiri sejajar, bersaing, dan berprestasi dengan kerja keras dan disiplin.

Ia tak pernah bosan menanamkan pesan itu di ruang ganti. Bahwa setiap pemain muda membawa harapan ribuan anak di tanah Papua yang bermimpi menjadi seperti mereka.

Hari Sumpah Pemuda biasanya dirayakan dengan upacara dan pidato. Namun di tanah Papua, semangat itu menemukan bentuk lain melalui sepak bola.

Setiap kali Boaz mengenakan kostum merah-hitam Persipura, ia membawa semangat 1928 ke lapangan.

Boci percaya sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan, persaudaraan, dan rasa memiliki terhadap tanah air.

“Ini baru satu langkah. Kami tetap harus fokus dan kerja keras agar bisa menjaga konsistensi permainan," tegasnya.

PERSIPURA - Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan (tengah) dan Boaz Salosa (kiri) memberikan keterangan pers di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, usai menang atas Barito Putera (25/10/2025).
PERSIPURA - Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan (tengah) dan Boaz Salosa (kiri) memberikan keterangan pers di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, usai menang atas Barito Putera (25/10/2025). (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

Kalimat itu mencerminkan keyakinannya bahwa perjuangan tidak berhenti pada satu kemenangan; perjuangan sejati adalah menjaga nyala semangat dalam perjalanan panjang.

Tak heran, Boaz menjadi inspirasi bukan hanya bagi pemain muda Papua, tapi juga bagi banyak pemuda Indonesia yang belajar dari keteguhannya. 

Di setiap langkahnya di lapangan, ia membawa pesan: bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah ia hidup, berlari, dan menendang bola bersama Boaz Salossa.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved